Senin, 04 November 2013

Pengkaderan? Masih Pantaskah?

"Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi"
-Soe Hok Gie


Sungguh ironis memang, yang muda selalu menjadi nelangsa jika bertemu dan di manfaatkan oleh yang lebih tua. Itu sudah menjadi ketetapan dikehidupan sekarang ini. Terlebih lagi ketika kita mendengar istilah "Senior" dan "Junior". Tidak jarang setiap relasi seperti ini dibuatkan suatu aturan yang sangat jauh dari nalar kita sebagai manusia yang merdeka.
 1. Senior Tidak Pernah Salah
 2. Junior Selalu Salah
 3. Jika Senior Salah, Kembali ke Pasal Pertama.

Pernahkah kita berpikir, dimana logika kita ketika disuguhkan aturan tersebut. Apalagi jika dalam keadaan tertekan dan dalam ancaman. Sebagai orang "baru" yang terkesan penakut, kita cenderung hanya mengangguk dan mengatakan "Setuju".
_____

September 2012. Pada saat itu saya mengikuti rangkaian acara penyambutan MABA (Mahasiswa Baru) Fakultas Saintek UIN Alauddin Makassar. Okelah, sebagai MABA harus mengikuti aturan yang diberikan birokrasi. Lebih kurangnya seperti ini.

OPAK Fak.Saintek 2012. Saya ada di barisan 3 dari kiri :) Silahkan dicari. :P

Jumat, 01 November 2013

The Special One

Saya bertemu seorang wanita yang spesial, setelah mengunci hati dari lulus SMA. Dia spesial karena alasan yang tidak saya ketahui. Saya pernah berkomitmen untuk tidak pacaran selama masa kuliah, karena memang saya mencari yang lebih dari sekedar pacar.

Unik, kami memiliki komitmen yang sama. Semoga kita JODOH :) AMIN.

Rabu, 30 Oktober 2013

Prosa Redup Malam

Feel so Empty..
Malas gerak, maunya santai
Tugas terabaikan. jadinya kurang produktif.
Tengok kanan dapat kamera, sebelah kiri dapat korek api.
Sudah lama tidak motret
Ya sudah, langsung Action....


Mungkin seperti itu gambaran saya sekarang, dalam gelap yang ada cuman sedikit cahaya. Banyak arti yang bisa dideskripsikan. Deskripsikan sendirilah, sudah hak semua orang untuk bebas berekspresi. Good Night :)

Selasa, 29 Oktober 2013

Orang Tuamu Pasti Bahagia Nak!

Diantara sekian banyak orang yang kita kenal, mungkin ada beberapa diantara mereka yang hidup dengan ketenaran dan kebahagian dari gemerlap dunia. Tapi, terkadang ada beberapa diantara mereka yang justru hidup mengecewakan. Mereka hidup sebagai penggemis. Mereka menggemis kepada orang tua mereka. Mereka hanya bisa mengandalkan orang tua mereka. Bahkan mereka terlihat lebih hina dari penggemis. Penggemis meminta dengan memelas untuk diberi, sedangkan mereka hanya sekedar meminta dan kemudian diberi. Saya lebih menghargai penggemis dari pada mereka yang hanya mampu menggemis kepada orang tua mereka, apalagi kalau hanya untuk dipamerkan dan pengakuan dari kalangannya.

Ingat bung, yang mereka pegang itu hanya harta orang tua. Hasil keringat dari orang tuanya. Itupun titipan dari Tuhan. Mereka mendapatkan hasil itu secara cuma-cuma, bukan untuk hal yang berguna melainkan untuk mendapat sorotan mata dan integritas dari kalangannya. Saya lebih menghargai orang yang memiliki sesuatu yang pas-pasan dengan jerih payah sendiri, dari pada mereka yang memiliki sesuatu yang mewah tetapi dari hasil orang tua mereka. Ingat bung, masa depan masih panjang. Sampai kapan kalian mau bergantung kepada orang tua. Apakah orang tua kalian abadi? Orang tua selalu ingin berguna dan membahagiakan kita. Nah, kita sendiri apakah sudah berguna dan membahagiakan orang tua kita? Mungkin, mereka hanya akan terus bergantung dan bersembunyi di belakang orang tua mereka hingga orang tua mereka sendiri yang berhenti memberi asupan.

Bicara soal ini, semuanya terkadang jadi serba salah. Orang tua yang ingin membahagiakan anaknya malah memfasilitasi tanpa memikirkan memikirkan efek samping. Dengan mudah orang tua memberi, dan dengan mudah pula anak itu membuang apa yang diberi. Pengawasan orang tua hanya kabut malam yang muncul sesaat dan pada waktu tertentu. 

Sudahlah, biarkan mereka yang merasakan karmanya. Untuk kita yang masih sadar, renungkan apa yang kita dapatkan dan berikan kepada orang tua kita. Apakah sudah sepantasnya kita hamburkan pemberiannya atau lebih baik jika kita konversi ke hal positif yang menunjang masa depan. Alangkah lebih baiknya jikalau kita menjadi lebih produktif dan mandiri. Bahagiakan Orang Tua Kalian, Bukan Manfaatkan Orang Tua Kalian 

Jumat, 25 Oktober 2013

Kampus 2

Holaa.. Aku mau sedikit berbagi tentang tempat dimana aku akan sering menghabiskan waktu ketika aku sedang di rumah.


Aku tinggal di rumah sederhana berlantai 2. Di lantai 2 aku berkuasa sepenuhnya. Sebelumnya, tempat ini adalah tempat kerja ayah. Memang sudah jarang digunakan dan ayah sedang sibuk di Yogya. Ketika ayah pulang ke Makassar, ayah hanya mengerjakan tugasnya di lantai dasar. Jadi, aku mengubah tempat kerjanya menjadi tempat kerjaku. Aku menyebutnya "Kampus #2 FTG-UH".

Kampus #2 FTG-UH (baca: Kampus Dua Fakultas Teknik Gowa Unhas). Itu karena aku kuliah di Fakultas Teknik Unhas di Gowa. Dan kemungkinan terbesar tugas kuliah (laporan, gambar, dsb) akan aku kerjakan di tempat ini. Maaf kalau terkesan norak.

Tempat dan nama yang sangat sederhana. Tapi kita tidak tahu sejarah apa yang akan lahir dari tempat ini. Karena banyak sesuatu tercipta dari tempat ini. Biarkan masa depan menjadi misteri, karena kelak kita akan memecahkan misterinya.



#Arsip Masa Depan, Biarkan Masa Depan yang Menjawab