Menjelang 2 minggu semenjak ku pertahankan hidupmu untuk 1 tahun kedapan. Mungkin tehun depan juga akan demikian, tapi semenjak itu pula kamu masih kesepian tanpa belaian. Maafkan tuanmu yang terlalu egois, padahal dimasa tua nanti kamu yang akan menceritakan kembali betapa lugunya diriku ketika menulis postingan ini.
Masih sama seperti sebelumnya, tuanmu masih single, bukan jomblo karena ini kemauan sendiri.
Kemarin tuanmu perform bermain band dengan single barunya. Namaku diganti menjadi Andra. Terima Kasih Dian.
Sekarang sedang berbenah diri. Lama tidak pernah menggambar ataupun mewarnai. Maka kubuat saja gambar sederhana dan kurang halus ini.
Perkenalkan namanya "Bookterfly". Sebuah kupu-kupu berbentuk buku yang terbang melalui pelangi melintasi langit yang tinggi. Mungkin terlihat sederhana, tapi bagiku sangat luar biasa. Kenapa demikian?
Menurutku, karena dengan buku kita bisa menjelajahi sesuatu yang indah. Ingat kalimat ketika kita masih SD "Buku adalah Jendela Dunia". Dengan buku semuanya bisa saja menjadi indah. Jika kita membaca, maka anggap saja kita sedang mengendarai kendaraan (baca:buku) di atas sebuah jalan (baca:pelangi) melewati tempat yang sangat indah (baca:langit).
Jika kita dilangit apa yang bisa kita lihat? Jawabannya Dunia. Pikiran yang bebas dan tentu saja "Bahagia". Bukankah salah satu tujuan hidup kita adalah untuk bisa "Berbahagia". Maka membacalah.
Lawan rasa malas yang mungkin bisa dikaitkan menjadi angin badai pada cerita diatas. Kita tidak pernah akan tahu jika tidak pernah mencoba. Ketahuilah semua yang bisa kita ketahui, karena dunia ini sangat luas dan penuh dengan cerita.
Buka Buku, Buka Mata, Buka Hati, Buka Pikiran.
Sekian stimulus yang saya buat secara khusus untuk saya sendiri dan secara umum untuk pengunjung yang budiman. Semoga bermanfaat. Sekian.
Sedikit curhat, sedang berusaha giat membaca buku kuliah dan penunjang pekerjaan. Mari saling mendoakan kebaikan.
Rabu, 22 Oktober 2014
Selasa, 09 September 2014
Que Sera, Sera
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam Sejahtera dan Selamat Subuh
Semalam saya mencoba mendalami kalimat "Que Sera, Sera". Kalimat ini merupakan bahasa Spanyol yang memiliki arti "Apapun yang terjadi, Terjadilah". Entah kenapa hampir di semua media sosial mengarahkan saya ke kalimat ini.
Mungkin banyak teman- teman yang sudah tidak asing dengan video ini.
Video tersebut merupakan lagu dari Doris Day yang berjudul "Que Sera, Sera". Lagu tersebut di publikasikan pada tahun 1956 dalam film "The Man Who Knew Too Much" Yang dibintangi oleh Doris Day itu sendiri. Lagu tersebut sangat familiar hingga kemudian di angkat menjadi sountrack di beberapa film lain ("Please Don't Eat the Daisies" dan "The Glass Bottom Boat") dan iklan asuransi dari thailand.
Kalimat ini membawa kembali saya mengingat sesuatu yang dulu sempat saya pegang melalui bimbingan seseorang. Yah, seseorang yang bisa kita anggap sebagai yang spesial diantara yang spesial. Dari kata "Que Sera,sera" mari kita tinjau melalui sudut agama islam, seperti yang pernah engkau ajarkan. Dari dulu hingga sekarang (mungkin).
Salam Sejahtera dan Selamat Subuh
Semalam saya mencoba mendalami kalimat "Que Sera, Sera". Kalimat ini merupakan bahasa Spanyol yang memiliki arti "Apapun yang terjadi, Terjadilah". Entah kenapa hampir di semua media sosial mengarahkan saya ke kalimat ini.
Mungkin banyak teman- teman yang sudah tidak asing dengan video ini.
Kalimat ini membawa kembali saya mengingat sesuatu yang dulu sempat saya pegang melalui bimbingan seseorang. Yah, seseorang yang bisa kita anggap sebagai yang spesial diantara yang spesial. Dari kata "Que Sera,sera" mari kita tinjau melalui sudut agama islam, seperti yang pernah engkau ajarkan. Dari dulu hingga sekarang (mungkin).
Kamis, 04 September 2014
Memang Kenapa Kalau Gondrong?
Tulisan perpisahan kepada Gondrong, sampai jumpa di lain waktu...
Kenapa gondrong selalu di identikkan dengan hal yang buruk? Padahal pertanyaan "Kenapa kamu suka gondrong?" sama saja dengan pertanyaan "Kenapa kamu suka makan Bakso?". Itu hal yang nilainya sama saja, menyangkut soal selera, dan berbicara mengenai selera dan rasa pastilah sulit. Jarang kita menemukan orang yang memiliki selera dan rasa yang 100% sama dengan kita.
Saya pernah mengikuti kegiatan yang membahas tentang rasa. Itu hal yang sulit untuk dijelaskan. Jika saya pernah mencoba dan merasakan strawberry yang rasanya manis dan saya tertarik. Kemudian saya menceritakan tentang rasanya kepada orang lain, apakah orang itu harus langsung percaya. Jangan pernah percaya kalau belum mencobanya sendiri. Karena rasa yang kita rasakan belum tentu akan sama. Hal itu sama saja esensinya dengan gondrong yang saya ceritakan sebelumnya.
Pernahkah kalian sadari, tokoh- tokoh sakti dan Lagendaris pasti kebanyakan Gondrong. Sebut saja dalam hal agama, baik islam maupun nasrani memiliki tokoh terkenal dengan rambut gondrongnya masing- masing. Silahkan baca disini. Belum lagi bintang film seperti Gua Dalam Hantu, Wiro Sableng, dan Dragon Ball yang semakin gondrong akan menjadi semakin sakti.
Tapi kenyataannya, masyarakat jaman sekarang menganggap orang gondrong itu selalu mengarah ke hal yang negatif. Seperti preman ataupun pemberontak. Orang gondrong sering kali dikatakan jorok, tidak tau jaga diri dan anarkis. Padahal seniman itu kebanyakan gondrong loh. Mulai dari musisi sampai pelukis banyak yang gondrong.
Saya pernah membaca artikel bahwa menurut ilmu metafisika, rambut dan brewok ataupun kumis janggot adalah sebagai antena ataupun pencari sinyal metafisika dari manusia. Semakin panjang rambutnya maka semakin sakti orang tersebut. Yaelahh...
Masalah rambut bukanlah hal yang mesti kita bicarakan terlalu serius sampai harus menghakimi orang tersebut. Yang ingin gondrong silahkan gondrong, yang ingin cepak silahkan cepak. Sesuai selera dan selama tidak mengganggu aktivitas orang lain. Bukankah kita diajari untuk tidak terlalu menilai orang dari luar, melainkan dari dalam. Sangat mungkin dia gondrong dengan hati yang tulus. Dan mungkin juga ada orang rapi dengan hati yang busuk (contoh: Koruptor)
Untuk yang masih gondrong, selama kalian masih nyaman silahkan lanjutkan dengan alasan kalian masing- masing. Dan jangan salahkan kalau ada yang sudah mundur dari dunia per-Gondrong-an. Sekali lagi ini menyangkut selera. Maaf, saya mundur sejenak dari dunia Gondrong dengan alasan dan motivasi tersendiri. Sekali lagi dan terakhir, ini masalah selera dan rasa.
Kenapa gondrong selalu di identikkan dengan hal yang buruk? Padahal pertanyaan "Kenapa kamu suka gondrong?" sama saja dengan pertanyaan "Kenapa kamu suka makan Bakso?". Itu hal yang nilainya sama saja, menyangkut soal selera, dan berbicara mengenai selera dan rasa pastilah sulit. Jarang kita menemukan orang yang memiliki selera dan rasa yang 100% sama dengan kita.
Saya pernah mengikuti kegiatan yang membahas tentang rasa. Itu hal yang sulit untuk dijelaskan. Jika saya pernah mencoba dan merasakan strawberry yang rasanya manis dan saya tertarik. Kemudian saya menceritakan tentang rasanya kepada orang lain, apakah orang itu harus langsung percaya. Jangan pernah percaya kalau belum mencobanya sendiri. Karena rasa yang kita rasakan belum tentu akan sama. Hal itu sama saja esensinya dengan gondrong yang saya ceritakan sebelumnya.
Pernahkah kalian sadari, tokoh- tokoh sakti dan Lagendaris pasti kebanyakan Gondrong. Sebut saja dalam hal agama, baik islam maupun nasrani memiliki tokoh terkenal dengan rambut gondrongnya masing- masing. Silahkan baca disini. Belum lagi bintang film seperti Gua Dalam Hantu, Wiro Sableng, dan Dragon Ball yang semakin gondrong akan menjadi semakin sakti.
Tapi kenyataannya, masyarakat jaman sekarang menganggap orang gondrong itu selalu mengarah ke hal yang negatif. Seperti preman ataupun pemberontak. Orang gondrong sering kali dikatakan jorok, tidak tau jaga diri dan anarkis. Padahal seniman itu kebanyakan gondrong loh. Mulai dari musisi sampai pelukis banyak yang gondrong.
Saya pernah membaca artikel bahwa menurut ilmu metafisika, rambut dan brewok ataupun kumis janggot adalah sebagai antena ataupun pencari sinyal metafisika dari manusia. Semakin panjang rambutnya maka semakin sakti orang tersebut. Yaelahh...
Masalah rambut bukanlah hal yang mesti kita bicarakan terlalu serius sampai harus menghakimi orang tersebut. Yang ingin gondrong silahkan gondrong, yang ingin cepak silahkan cepak. Sesuai selera dan selama tidak mengganggu aktivitas orang lain. Bukankah kita diajari untuk tidak terlalu menilai orang dari luar, melainkan dari dalam. Sangat mungkin dia gondrong dengan hati yang tulus. Dan mungkin juga ada orang rapi dengan hati yang busuk (contoh: Koruptor)
Untuk yang masih gondrong, selama kalian masih nyaman silahkan lanjutkan dengan alasan kalian masing- masing. Dan jangan salahkan kalau ada yang sudah mundur dari dunia per-Gondrong-an. Sekali lagi ini menyangkut selera. Maaf, saya mundur sejenak dari dunia Gondrong dengan alasan dan motivasi tersendiri. Sekali lagi dan terakhir, ini masalah selera dan rasa.
Salam Gondrong!
Rabu, 11 Juni 2014
I Stand On The "LOL" Side
Assalamu Alaikum Wr Wb
Bismillah. Mungkin teman-teman sudah tidak asing dengan Fenomena "I Stand On The Right Side". Salah satu bentuk kampanye cerdas dan kreatif dari kandidat No.2 di Pilpres. Wajar saja, pasangan tersebut memang memiliki pengaruh besar di media sosial.
Kalau mau kayak mereka gampang kok. Klik aja http://twibbon.com/support/i-stand-on-the-right-side
But,
this is Indonesian. Why So Serious? To many creative people here.
Kemarin nggak sengaja dibeberapa media sosial saya malah menemukan beberapa teman Blogger, atau lebih tepatnya senior malah menggunakan twitbon ini dengan lihainya. Sebut saja dua senior ini, kakanda @planetyar dan @alstrojo. Check it Out
Yang pertama ada kakanda Adityar. Owner dari planetyar.com. Sensasi beliau dari dulu sampai sekarang selalu absurd. Pada twitbon ini, K'Tyar ingin mengungkapkan kerinduannya selama 3 tahun kepada anak istrinya. Mungkin beliau terobsesi menjadi Bang Toyib
Terakhir orang nyasar yang sampai sekarang masih fakir miskin dalam hal asmara. Semenjak lulus SMA tidak pernah pacaran. Alasannya, malas untuk sakit hati. Mari meniti karir dulu, baru asmara. Nggak jaman orang bilang "Pacaran Yuk...". Sekarang masanya kita bilang "Nikah Yuk...!". Tapi mesti mapan dulu kan?. Ini apaan? Abaikan
FOKUS!
Tanggal 9 Juli nanti, mari menentukan pilihan dengan hati :) bukan dengan materi apalagi jual harga diri.
Jadi pengamat yang cerdas.
Bukan manusia yang mudah termakan doktrin.
Hindari Kampanye Hitam.
Indonesia Itu "Bhineka Tunggal Ika". Perbedaan yang menyatukan, jangan malah jadi ancaman.
Maaf kalau tidak Jelas
Wassalam *Kiss
Bismillah. Mungkin teman-teman sudah tidak asing dengan Fenomena "I Stand On The Right Side". Salah satu bentuk kampanye cerdas dan kreatif dari kandidat No.2 di Pilpres. Wajar saja, pasangan tersebut memang memiliki pengaruh besar di media sosial.
Kalau mau kayak mereka gampang kok. Klik aja http://twibbon.com/support/i-stand-on-the-right-side
But,
this is Indonesian. Why So Serious? To many creative people here.
Kemarin nggak sengaja dibeberapa media sosial saya malah menemukan beberapa teman Blogger, atau lebih tepatnya senior malah menggunakan twitbon ini dengan lihainya. Sebut saja dua senior ini, kakanda @planetyar dan @alstrojo. Check it Out
Yang pertama ada kakanda Adityar. Owner dari planetyar.com. Sensasi beliau dari dulu sampai sekarang selalu absurd. Pada twitbon ini, K'Tyar ingin mengungkapkan kerinduannya selama 3 tahun kepada anak istrinya. Mungkin beliau terobsesi menjadi Bang Toyib
Next ada kak Alvida. Dia juga senior di dunia Blogging. Teman K'Tyar di kampus. Pemilik alstrojobaru.blogspot.com. Kakak ini selalu punya cerita menarik di tulisannya. Sekarang kakak ini lagi di Jakarta. Sedang kerja dan Menunggu. Yang Sabar kak :')
Tanggal 9 Juli nanti, mari menentukan pilihan dengan hati :) bukan dengan materi apalagi jual harga diri.
Jadi pengamat yang cerdas.
Bukan manusia yang mudah termakan doktrin.
Hindari Kampanye Hitam.
Indonesia Itu "Bhineka Tunggal Ika". Perbedaan yang menyatukan, jangan malah jadi ancaman.
Maaf kalau tidak Jelas
Wassalam *Kiss
Selasa, 08 April 2014
Dunia Lain : Guang Xi at South Celebes
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hello Gays^^ Iah, salamku untuk kalian para homoers, semoga cepat normal.
Pada kesempatan ini saya akan membahas perjalanan mengubur sakit hati pada hari minggu (6 April 2014) lalu. Saya diajak oleh seorang senior untuk menjalajahi dunia lain. Mengunjungi suatu daerah terpencil yang penuh dengan kealamian. Tidak ada listrik disana, yang ada hanya warna hijau merona dari yang terang hingga yang muda. Disekelilingnya yang kalian lihat hanyalah gunung dan bukit. Sebenarnya ini sudah menjadi objek wisata yang fenomenal di Sulawesi Selatan. Namanya Rammang-Rammang. Tepatnya Desa Berua, Kebupaten Maros.
Pernahkah kalian merasakan ketika sedang galau dan muak dengan dinamika perkotaan? kemudian seketika berubah menjadi kebahagiaan dan ketenangan dalam hitungan detik. Mau coba? silahkan kesini. Oke, saya akan memberikan sedikit guide.
Pertama, teman-teman silahkan Googling cari tau tentang desa ini. keywordnya "rammang-rammang". Desa ini terletak dikawasan industri "Bosowa". Perusahaan terkemuka di Sulawesi. Silahkan tanya penduduk tentang letak dermaga. Kenapa dermaga? karena kalian memang harus naik perahu kesana.
Kedua, siapkan sedikit bekal untuk kalian dan penduduk. Siapkan kamera untuk foto. Dan siapkan uang lebih untuk kepentingan guide orang desa dan transportasi. Selanjutnya silahkan menikmati sendiri
Sekian^^
Lanjut ke pembahasan perjalanan yang kami lalui. Saya bersama 2 orang senior (K'Faji dan K'Jamal). Oh iah, kedua senior ini hobi hunting loh. Bahkan salah satu diantara mereka mempunyai akun sendiri di "National Geographic". Perbedaan umur yang jauh bukan jadi masalah untuk berkarya :) Kalau kalian masuk lewat dermaga kecil desa kalian akan disambut oleh susunan batuan yang indah. Kalau tidak salah batuan granit (sayang lupa difoto)
Sampai di dermaga kami dikenakan biaya transportasi sebesar Rp.150.000,-. Jadi dihitung 50rb perkepala. Sebenarnya bisa lebih murah loh kalau kalian pandai menawar. Sekitar 15 menit kita melalui sungai yang berkelok-kelok. ada banyak pemandangan menarik. Mulai dari jembatan yang menghubungkan sisi sungai yang terbuat dari bambu, sungai yang di apit pegunungan, bahkan kalian juga akan melewati "Telaga Bidadari". Katanya sih kalau disini bisa buat enteng jodoh. (cuman kemarin gak sempat singgah)
Hello Gays^^ Iah, salamku untuk kalian para homoers, semoga cepat normal.
Pada kesempatan ini saya akan membahas perjalanan mengubur sakit hati pada hari minggu (6 April 2014) lalu. Saya diajak oleh seorang senior untuk menjalajahi dunia lain. Mengunjungi suatu daerah terpencil yang penuh dengan kealamian. Tidak ada listrik disana, yang ada hanya warna hijau merona dari yang terang hingga yang muda. Disekelilingnya yang kalian lihat hanyalah gunung dan bukit. Sebenarnya ini sudah menjadi objek wisata yang fenomenal di Sulawesi Selatan. Namanya Rammang-Rammang. Tepatnya Desa Berua, Kebupaten Maros.
Pernahkah kalian merasakan ketika sedang galau dan muak dengan dinamika perkotaan? kemudian seketika berubah menjadi kebahagiaan dan ketenangan dalam hitungan detik. Mau coba? silahkan kesini. Oke, saya akan memberikan sedikit guide.
Pertama, teman-teman silahkan Googling cari tau tentang desa ini. keywordnya "rammang-rammang". Desa ini terletak dikawasan industri "Bosowa". Perusahaan terkemuka di Sulawesi. Silahkan tanya penduduk tentang letak dermaga. Kenapa dermaga? karena kalian memang harus naik perahu kesana.
Kedua, siapkan sedikit bekal untuk kalian dan penduduk. Siapkan kamera untuk foto. Dan siapkan uang lebih untuk kepentingan guide orang desa dan transportasi. Selanjutnya silahkan menikmati sendiri
Sekian^^
Lanjut ke pembahasan perjalanan yang kami lalui. Saya bersama 2 orang senior (K'Faji dan K'Jamal). Oh iah, kedua senior ini hobi hunting loh. Bahkan salah satu diantara mereka mempunyai akun sendiri di "National Geographic". Perbedaan umur yang jauh bukan jadi masalah untuk berkarya :) Kalau kalian masuk lewat dermaga kecil desa kalian akan disambut oleh susunan batuan yang indah. Kalau tidak salah batuan granit (sayang lupa difoto)
Sampai di dermaga kami dikenakan biaya transportasi sebesar Rp.150.000,-. Jadi dihitung 50rb perkepala. Sebenarnya bisa lebih murah loh kalau kalian pandai menawar. Sekitar 15 menit kita melalui sungai yang berkelok-kelok. ada banyak pemandangan menarik. Mulai dari jembatan yang menghubungkan sisi sungai yang terbuat dari bambu, sungai yang di apit pegunungan, bahkan kalian juga akan melewati "Telaga Bidadari". Katanya sih kalau disini bisa buat enteng jodoh. (cuman kemarin gak sempat singgah)
ini salah satu yang akan kalian dapat dalam perjalanan
Nanti kalau kalian sampai akan dapat yang seperti ini
WELCOME TO THE HEAVEN
Langganan:
Postingan (Atom)









