Cinta palsu, itu yang paling sering dibicarakan penikmat kemarin sore. Sebelum akhirnya beras palsu muncul ke permukaan melalui hantaman media massa. Entahlah, mungkin penguasa sedang mengalihkan isu. Pak Menteri Pertanian akhirnya tampil melulu, (padahal) katanya terancam diganti.
Bagiku, itu hal biasa. Cinta palsu, beras palsu, ataupun telur sintesis beserta kawan- kawannya. Itu biasa. Namanya juga dunia, semuanya hanya sementara. Semerta- merta hal sementara itu sebagian besar adalah palsu.
Atau, mungkin manusia yang kelewatan modern. Hingga kurang pandai mengenali dunia. Mungkin saja, beras itu adalah produk cina yang sangat higienis. Setiap butirnya diberi plastik biar tetap higienis. Bangsa Indonesia malas membuka satu persatu biji beras itu, atau mungkin saja kita yang terhanyut dengan kebiasaan. Asal masak saja, yang penting bisa dimakan.
Kenapa kalian malah marah dengan beras "plastik", padahal dari kecil kita minum es "batu" masih bersikap biasa saja. Di salah satu perempatan jalan kotaku ada ayam yang terbuat dari "beton", kami tetap bersikap biasa saja. Ah sudahlah, jangan terlalu lebay!
***
Jumat, 29 Mei 2015
Sabtu, 09 Mei 2015
Survey Syariah (TAB penghancur speedometer)
Merasa rugi bayar 100rb-an pertahun buat perpanjangan domain tapi masih jarang dibelai. Ah, sudahlah. Maafkan tuanmu, selalu khilaf dan sibuk dengan urusannya. Oke, kali ini akan kubahagiakan dirimu dengan belaian sebuah cerita.
Menjelang ramadhan tuanmu ini sedang dalam proses membersihkan diri. Sekarang tuanmu sudah mulai rajin sholat. Rokok dan minuman keras berusaha dijauhinya. Doakan tuanmu ini agar bisa tetap istiqamah. Karena menjelang Ramadhan, alangkah baiknya kubelai kau dengan sentuhan materi yang berbau agama. Tentang sesuatu yang berasal dari hal/niat yang baik kelak akan menjadi hal yang baik pula.
8 Mei 2015-
Siang hari lepas sholat jum'at, saya bersama dengan 2 orang teman sedang melaksanakan survey pengamatan lalu lintas. Yang kami lakukan saat itu adalah merekam pergerakan kendaraan pada persimpangan tertentu, tentu saja dibantu dengan bantuan kamera/hp/tab untuk merekam. Karena terlalu sulit untuk menghitung langsung dilokasi.
Siang itu saya bersama 2 orang teman saya mengamati dari atas mesjid, di lantai 3 atau sebut saja atap mesjid yang berlantai dua. Awalnya kami hanya duduk bersantai dengan gadget kami dengan alas sebuah jaket bekas yang ada di lokasi, kemudian terdengar suara benturan keras dibawah mesjid. Hening sejenak, saling bertatapan dan segera beranjak dari fantasi kami. Dan ternyata... Payung, Kamera, tripod, beserta TAB yang dipakai merekam jatuh ke halaman mesjid di lantai dasar.
Lucunya, ketika teman saya mengambil kamera di halaman mesjid. Semuanya tampak tenang, seakan tidak ada hal yang terjadi. Padahal tempat itu berada ditengah keramaian. Hanya payung milik ibuku yang rusak, mungkin karena melindungi TAB yang tidak terbayang ketika kami harus ganti rugi. Malangnya sebuah motor H*nda Beat yang terparkir dibawah menjadi korban. Kaca pelindung speedometernya pecah, tertancap kaki tripod. Kami tidak tahu siapa yang memiliki motor tersebut, hilang begitu saja setelah shalat ashar. Sempat sahabat ada yang tahu kejadian tersebut dan mengenal korban. Tolong dilaporkan, kami siap bertanggung jawab.
Selesai survey sekitar pukul 19.00 menjelang sholat isya. Kami pulang ke rumah masing-masing, Setelah beristirahat beberapa jam, Seorang teman mengirimkan pesan kalau TAB tersebut tidak ada di tas mereka alias ketinggalan. Yah, berhubung saya yang bertempat tinggal paling dekat dengan lokasi saya terpaksa menuju tempat tersebut untuk mencari TAB yang ketinggalan.
Sampai dilokasi tampak sangat ramai, memang ada kegiatan ceramah Tamu dari Arab. Sangat takut jika TAB tersebut hilang karena banyak orang dilokasi, walaupun masih jarang orang berpikiran untuk naik ke atap.
Sesampai di atap mesjid perasaan sempat menjadi sangat gelisah karena TAB tersebut tidak berada di setiap sudut yang kususuri. Sempat pasrah beberapa saat, hingga kemudian kuangkat sebuah jaket bekas yang terdapat di lokasi. Jaket tersebut terasa berat, dan ternyata TAB tersebut bersembunyi di dalam lengan jaket bekas itu. AH PARAH!
--
Selesai survey sekitar pukul 19.00 menjelang sholat isya. Kami pulang ke rumah masing-masing, Setelah beristirahat beberapa jam, Seorang teman mengirimkan pesan kalau TAB tersebut tidak ada di tas mereka alias ketinggalan. Yah, berhubung saya yang bertempat tinggal paling dekat dengan lokasi saya terpaksa menuju tempat tersebut untuk mencari TAB yang ketinggalan.
Sampai dilokasi tampak sangat ramai, memang ada kegiatan ceramah Tamu dari Arab. Sangat takut jika TAB tersebut hilang karena banyak orang dilokasi, walaupun masih jarang orang berpikiran untuk naik ke atap.
Sesampai di atap mesjid perasaan sempat menjadi sangat gelisah karena TAB tersebut tidak berada di setiap sudut yang kususuri. Sempat pasrah beberapa saat, hingga kemudian kuangkat sebuah jaket bekas yang terdapat di lokasi. Jaket tersebut terasa berat, dan ternyata TAB tersebut bersembunyi di dalam lengan jaket bekas itu. AH PARAH!
Alhamdulillah, barangnya masih mulus 99%, lengkap dengan kitabnya. klo mau COD hubungi pemiliknya.
Dalam hati saya, mungkin barang tersebut merupakan sebuah barang penuh berkah, dari kebaikan atau uang yang bersih alias Halal. Didapatkan dari suatu hal yang baik (In sya Allah) dan akhirnya masih menjadi barang yang baik (In sya Allah).
Marilah melakukan sesuatu hal yang baik dengan niat yang baik, In sya Allah akan menjadi hal baik pula dan pastinya bermanfaat.
Mungkin cukup sekian, besok akan kucoba lagi membelai dirimu. Maafkan tuanmu yang angkuh ini.
Wassalam
*Bonus gambar menara mesjidn, diambil sekitar 15 menit sebelum jatuhnya TAB penghancur speedometer
Jumat, 03 April 2015
Berontak
Long time no post.
Aku bingung dengan diriku, benar dikatakan orang bahwa Aku Gila.
Yah, Aku sadar memiliki sudut pandang yang berbeda.
Tentu saja persepsi dan pemikiran kita berbeda.
Sebenarnya, Aku sering mencoba melihat persepsi dari sudut pandang kalian untuk sekedar memahami, tapi keyakinanku masih terlalu memberdayakan.
Jika Teman bilang Aku Gila. Memang begitu adanya.
Aku menghargai perbedaan namun kalian terlalu me"lebay"kan pemikiran Dan perasaan kalian.
Sekali- kali cobalah sejenak melihat dari sudut pandang berbeda, namun jangan pernah lari dari pegangan awal.
Kemudian renungkan dan bandingkanlah sudut pandang itu. Mungkin Kita sama- sama Gila...
CMIIW
Sent from my New Phone
Minggu, 15 Februari 2015
1000 Tangga di Sulawesi Selatan + [Video]
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Saya akan bercerita sedikit tentang perjalanan bersama teman sekitar seminggu lalu di kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Mungkin tempat ini sudah tergolong asing lagi, kita lebih identik dengan banti murung atau tempat wisata yang lebih nyentreng lainnya. Belum lagi mall- mall yang semakin banyak dan memudarkan tempat- tempat wisata.
Minggu lalu kebetulan ada acara 4 tahunan yang diselenggarakan PMI daerah. Tentu saya datang, kisaran 5 tahun lalu saya tergabung dalam kontingen makassar pada acara ini. Alhamdulillah juara umum masih bisa di pertahankan
Sumpang Bita merupakan Taman Purbakala yang bisa dimasukkan sebagai salah satu tempat wisata, Tempat piknik yang unik, di kelilingi oleh tebing dari bukit karst. Lingkungannya pun sangat asri dan bersih, malah masih belum banyak modifikasi. Untuk mengakses kesini pun cukup mudah. Kalian hanya perlu ke Pabrik Tonasa 1 terlebih dahulu, Jarak dari Tonasa 1 hanya sekitar 3km. Taman Purbakala ini memiliki gua yang isinya penuh dengan lukisan prasejarah (malangnya tidak ada dokumentasi dari goa yang didapatkan).
Biaya Masuk : Rp. 5000,- / Kepala
No. Inventarisasi : 195
SK. Penetapan Situs : Nomor : 158/M/1998, tanggal 1 Juli 1998, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Juwono Sudarsono, M.A
Alamat : Jl. Poros Tonasa I Km.7
Kampung/Dusun : Sumpang Bita
Desa/Kelurahan : Balocci Baru
Kecamatan : Balocci
Kabupaten/Kota : Pangkajene dan Kepulauan
Provinsi : Sulawesi Selatan
Pulau : Sulawesi
Periodisasi : Prasejarah
Ketinggian : 280 mdpl
Deskripsi : Didalam kawasan ini terdapat dua buah situs gua prasejarah, yaitu Leang Sumpang Bita dan Leang Bulu Sumi. Jenis objeknya berupa lukisan dinding gambar telapak tangan dan kaki negatif, lukisan babi rusa, lukisan perahu, serta cangkang molusca. Cap tangan 69 buah, lukisan babi rusa 12 bh, lukisan perahu 1 buah. Secara keseluruhan kawasan ini memiliki luas sekitar 22,5 ha.
Keseruan apa yang kalian bisa dapatkan disini?? JANGAN LUPA NONTON VIDEONYA!
Saya akan bercerita sedikit tentang perjalanan bersama teman sekitar seminggu lalu di kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Mungkin tempat ini sudah tergolong asing lagi, kita lebih identik dengan banti murung atau tempat wisata yang lebih nyentreng lainnya. Belum lagi mall- mall yang semakin banyak dan memudarkan tempat- tempat wisata.
Minggu lalu kebetulan ada acara 4 tahunan yang diselenggarakan PMI daerah. Tentu saya datang, kisaran 5 tahun lalu saya tergabung dalam kontingen makassar pada acara ini. Alhamdulillah juara umum masih bisa di pertahankan
Sumpang Bita merupakan Taman Purbakala yang bisa dimasukkan sebagai salah satu tempat wisata, Tempat piknik yang unik, di kelilingi oleh tebing dari bukit karst. Lingkungannya pun sangat asri dan bersih, malah masih belum banyak modifikasi. Untuk mengakses kesini pun cukup mudah. Kalian hanya perlu ke Pabrik Tonasa 1 terlebih dahulu, Jarak dari Tonasa 1 hanya sekitar 3km. Taman Purbakala ini memiliki gua yang isinya penuh dengan lukisan prasejarah (malangnya tidak ada dokumentasi dari goa yang didapatkan).
Biaya Masuk : Rp. 5000,- / Kepala
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Taman Prasejarah Sumpang Bita Pangkep
Taman Prasejarah Sumpang Bita Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan
SK. Penetapan Situs : Nomor : 158/M/1998, tanggal 1 Juli 1998, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Juwono Sudarsono, M.A
Alamat : Jl. Poros Tonasa I Km.7
Kampung/Dusun : Sumpang Bita
Desa/Kelurahan : Balocci Baru
Kecamatan : Balocci
Kabupaten/Kota : Pangkajene dan Kepulauan
Provinsi : Sulawesi Selatan
Pulau : Sulawesi
Periodisasi : Prasejarah
Ketinggian : 280 mdpl
Deskripsi : Didalam kawasan ini terdapat dua buah situs gua prasejarah, yaitu Leang Sumpang Bita dan Leang Bulu Sumi. Jenis objeknya berupa lukisan dinding gambar telapak tangan dan kaki negatif, lukisan babi rusa, lukisan perahu, serta cangkang molusca. Cap tangan 69 buah, lukisan babi rusa 12 bh, lukisan perahu 1 buah. Secara keseluruhan kawasan ini memiliki luas sekitar 22,5 ha.
sumber: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbmakassar/2013/12/05/taman-prasejarah-sumpang-bita-pangkep/
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*anggap saja penghuni asli
Sabtu, 07 Februari 2015
Ajari saya tradisi Valentine
Seminggu lagi mereka merayakan Valentine. Hari yang aneh dimana mereka saling memberikan cokelat serta berbagai macam benda sebagai tanda kasih sayang. Kenapa mereka hanya menganggap hari itu spesial, terus bagaimana dengan hari lainnya?
Mungkin karena saya tidak mempunyai pasangan seperti mereka sehingga saya tidak tahu tentang esensi keistimewaan hari itu. Tidak ada salahnya sih saling memberi, hanya saja kenapa harus ditanggal 14 Februari? Atau mereka hanya sekedar mengikuti tradisi. Tradisi ini berasal darimana?
Apakah mereka melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hal itu? Saya masih bingung. Tolong buat saya mengerti.
Dan pada hari berikutnya, apakah mereka masih saling mencintai? Kalau semisal mereka sudah tidak saling mencintai. Apa gunanya menghamburkan uang begitu banyaknya untuk memberi mereka hadiah pada tanggal itu. Apakah menurut mereka itu berguna, padahal menurut saya masih banyak yang lebih berguna dari sekedar membuang uang untuk membeli benda dan cokelat yang mahal. Semudah itukah uang mereka hamburkan? Padahal menurutku uang itu tidak mudah didapatkan.
Masih tidak habis pikir, apakah semakin mahal yang mereka berikan berarti semakin besar cinta mereka? Apakah itu bisa menjadi jaminan mereka? Atau mereka menyebutnya sebagai pengorbanan?
Saya tidak tahu hal itu... Masih polos dengan tradisi ini.
Bukankah kasih sayang hukumnya setiap saat, dan kenapa mereka hanya merayakan di 14 Februari saja? dan kenapa mereka tidak mengunci ikatan mereka dengan sebuah lamaran saja daripada sebatang cokelat. Toh lebih menjamin ikatan kasih sayang mereka. Sekali lagi maaf, saya tidak terlalu tahu dengan tradisi ini. Ajari saya....
Mungkin karena saya tidak mempunyai pasangan seperti mereka sehingga saya tidak tahu tentang esensi keistimewaan hari itu. Tidak ada salahnya sih saling memberi, hanya saja kenapa harus ditanggal 14 Februari? Atau mereka hanya sekedar mengikuti tradisi. Tradisi ini berasal darimana?
Apakah mereka melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hal itu? Saya masih bingung. Tolong buat saya mengerti.
Dan pada hari berikutnya, apakah mereka masih saling mencintai? Kalau semisal mereka sudah tidak saling mencintai. Apa gunanya menghamburkan uang begitu banyaknya untuk memberi mereka hadiah pada tanggal itu. Apakah menurut mereka itu berguna, padahal menurut saya masih banyak yang lebih berguna dari sekedar membuang uang untuk membeli benda dan cokelat yang mahal. Semudah itukah uang mereka hamburkan? Padahal menurutku uang itu tidak mudah didapatkan.
Masih tidak habis pikir, apakah semakin mahal yang mereka berikan berarti semakin besar cinta mereka? Apakah itu bisa menjadi jaminan mereka? Atau mereka menyebutnya sebagai pengorbanan?
Saya tidak tahu hal itu... Masih polos dengan tradisi ini.
Bukankah kasih sayang hukumnya setiap saat, dan kenapa mereka hanya merayakan di 14 Februari saja? dan kenapa mereka tidak mengunci ikatan mereka dengan sebuah lamaran saja daripada sebatang cokelat. Toh lebih menjamin ikatan kasih sayang mereka. Sekali lagi maaf, saya tidak terlalu tahu dengan tradisi ini. Ajari saya....
--*
Langganan:
Postingan (Atom)




