Jumat, 03 April 2015

Berontak

Long time no post.

Aku bingung dengan diriku, benar dikatakan orang bahwa Aku Gila.

Yah, Aku sadar memiliki sudut pandang yang berbeda.

Tentu saja persepsi dan pemikiran kita berbeda.

Sebenarnya, Aku sering mencoba melihat persepsi dari sudut pandang kalian untuk sekedar memahami, tapi keyakinanku masih terlalu memberdayakan.

Jika Teman bilang Aku Gila. Memang begitu adanya.

Aku menghargai perbedaan namun kalian terlalu me"lebay"kan pemikiran Dan perasaan kalian.

Sekali- kali cobalah sejenak melihat dari sudut pandang berbeda, namun jangan pernah lari dari pegangan awal.

Kemudian renungkan dan bandingkanlah sudut pandang itu. Mungkin Kita sama- sama Gila...

CMIIW

Sent from my New Phone

Minggu, 15 Februari 2015

1000 Tangga di Sulawesi Selatan + [Video]

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya akan bercerita sedikit tentang perjalanan bersama teman sekitar seminggu lalu di kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan. Mungkin tempat ini sudah tergolong asing lagi, kita lebih identik dengan banti murung atau tempat wisata yang lebih nyentreng lainnya. Belum lagi mall- mall yang semakin banyak dan memudarkan tempat- tempat wisata.

Minggu lalu kebetulan ada acara 4 tahunan yang diselenggarakan PMI daerah. Tentu saya datang, kisaran 5 tahun lalu saya tergabung dalam kontingen makassar pada acara ini. Alhamdulillah juara umum masih bisa di pertahankan

Sumpang Bita merupakan Taman Purbakala yang bisa dimasukkan sebagai salah satu tempat wisata, Tempat piknik yang unik, di kelilingi oleh tebing dari bukit karst. Lingkungannya pun sangat asri dan bersih, malah masih belum banyak modifikasi. Untuk mengakses kesini pun cukup mudah. Kalian hanya perlu ke Pabrik Tonasa 1 terlebih dahulu, Jarak dari Tonasa 1 hanya sekitar 3km. Taman Purbakala ini memiliki gua yang isinya penuh dengan lukisan prasejarah (malangnya tidak ada dokumentasi dari goa yang didapatkan).

Biaya Masuk : Rp. 5000,- / Kepala

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Taman Prasejarah Sumpang Bita Pangkep
Taman Prasejarah Sumpang Bita Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan

No. Inventarisasi : 195

SK. Penetapan Situs : Nomor : 158/M/1998, tanggal 1 Juli 1998,  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Juwono Sudarsono, M.A

Alamat : Jl. Poros Tonasa I Km.7
Kampung/Dusun : Sumpang Bita
Desa/Kelurahan : Balocci Baru
Kecamatan : Balocci
Kabupaten/Kota : Pangkajene dan Kepulauan
Provinsi : Sulawesi Selatan
Pulau : Sulawesi
Periodisasi : Prasejarah
Ketinggian : 280 mdpl

Deskripsi : Didalam kawasan ini terdapat dua buah situs gua prasejarah, yaitu Leang Sumpang Bita dan Leang Bulu Sumi. Jenis objeknya berupa lukisan dinding gambar telapak tangan dan kaki negatif, lukisan babi rusa, lukisan perahu, serta cangkang molusca. Cap tangan 69 buah, lukisan babi rusa 12 bh, lukisan perahu 1 buah. Secara keseluruhan kawasan ini memiliki luas sekitar 22,5 ha.

sumber: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbmakassar/2013/12/05/taman-prasejarah-sumpang-bita-pangkep/

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


*anggap saja penghuni asli

Keseruan apa yang kalian bisa dapatkan disini?? JANGAN LUPA NONTON VIDEONYA!


Sabtu, 07 Februari 2015

Ajari saya tradisi Valentine

Seminggu lagi mereka merayakan Valentine. Hari yang aneh dimana mereka saling memberikan cokelat serta berbagai macam benda sebagai tanda kasih sayang. Kenapa mereka hanya menganggap hari itu spesial, terus bagaimana dengan hari lainnya?

Mungkin karena saya tidak mempunyai pasangan seperti mereka sehingga saya tidak tahu tentang esensi keistimewaan hari itu. Tidak ada salahnya sih saling memberi, hanya saja kenapa harus ditanggal 14 Februari? Atau mereka hanya sekedar mengikuti tradisi. Tradisi ini berasal darimana?

Apakah mereka melakukan sesuatu yang bermanfaat dalam hal itu? Saya masih bingung. Tolong buat saya mengerti.

Dan pada hari berikutnya, apakah mereka masih saling mencintai? Kalau semisal mereka sudah tidak saling mencintai. Apa gunanya menghamburkan uang begitu banyaknya untuk memberi mereka hadiah pada tanggal itu. Apakah menurut mereka itu berguna, padahal menurut saya masih banyak yang lebih berguna dari sekedar membuang uang untuk membeli benda dan cokelat yang mahal. Semudah itukah uang mereka hamburkan? Padahal menurutku uang itu tidak mudah didapatkan.

Masih tidak habis pikir, apakah semakin mahal yang mereka berikan berarti semakin besar cinta mereka? Apakah itu bisa menjadi jaminan mereka? Atau mereka menyebutnya sebagai pengorbanan?

Saya tidak tahu hal itu... Masih polos dengan tradisi ini.

Bukankah kasih sayang hukumnya setiap saat, dan kenapa mereka hanya merayakan di 14 Februari saja? dan kenapa  mereka tidak mengunci ikatan mereka dengan sebuah lamaran saja daripada sebatang cokelat. Toh lebih menjamin ikatan kasih sayang mereka. Sekali lagi maaf, saya tidak terlalu tahu dengan tradisi ini. Ajari saya....

--*

Rabu, 31 Desember 2014

Latepost 2014

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat Tahun Baru Masehi..  2015

Sebenarnya postingan ini rencananya mau ditulis pada akhir Desember 2014, tapi aku terlalu sibuk dengan dunia luar. Pada kesempatan kali ini akan kucoba untuk bercerita tentang apa yang terjadi di tahun 2014. Let's Call this one as "Depresion Year". Kenapa? Karena terlalu banyak depresi dan penyesalan di tahun 2014. Kok bisa depresi? karena aku bosan dengan apa yang kujalani. Mungkin bisa dikatakan sebagai "kurang bersyukur". 

Tahun 2014, aku jenuh dan benci dengan kehidupan yang monoton, benci dengan kuliah beserta beberapa orang yang ada didalamnya. Nilai kuliah sudah turun, saat ini aku kembali merindukan nilai A, setelah 2 semester terlewati. Tahun 2014 aku banyak belajar, dimana kita berpikir dengan banyak sudut pandang. Berpikir dengan hati, dan berpikir dengan logika. Di 2014 terlalu banyak menggunakan hati, alhasil korban perasaan dimana-mana. 

2014 terlalu banyak terjun dikehidupan sosial daripada pendidikan ataupun keluarga, beberapa bulan kerja sebagai akuntan sekaligus chef di sebuah cafe. Di bulan menjelang akhir tahun belajar SEO dan masih belum diaplikasikan (in sya allah focus di 2015). Bisa juga disebut sebagai tempat pelarian dari kejenuhan di tempat yang monoton. Ke Kuliah? itu hanya 0 hingga 2 kali dalam seminggu, sisanya titip absen. 

2014 aku bertemu banyak orang dengan karakter unik, disini aku mulai belajar mengenali sisi lain dunia yang aku tempati. Kebanyakan dari mereka orang yang bermasalah, bisa dikatakan lebih jauh berat beban hidupnya. 2014 aku diajarkan tentang luasnya dunia beserta dinamika kehidupannya yang berlapis-lapis. Dan mulai belajar tentang rasa bersyukur. 

Tahun 2014 terlalu kejam, aku kehilangan orang yang kucintai, keluarga, dan beberapa teman. Mungkin takdir yang tidak bisa dilawan. Sebisa mungkin akan ku perbaiki, kecuali yang sudah disana mungkin hanya bisa kukirim Doa. Al-Fatihah.

Setelah yang terjadi, apa yang aku inginkan?

Sederhana, aku hanya ingin hidupku menjadi lebih baik. Memperbaiki semua relasi. Dengan diri, manusia, alam, dan Tuhan. 

Aku tidak mau yang bermuluk- muluk karena aku yakin itu semua yang akan membimbingku menuju yang lebih spesifik tentang "Apa yang aku ingin miliki?" dan tentang "Aku ingin menjadi apa?". 

Sadarkah setiap waktu yang kita jalani kadang sudah terencana, sebisa mungkin jangan pernah menyesal. Semoga kalian yang pernah ada di tahun 2014 menjadi lebih bahagia dari sebelumnya.

Aku lebih suka tahun ganjil seperti 2013 lalu, terlebih Desember 2013. Terlalu banyak kenangan. Dan 2015 adalah tahun ganjil. Semoga.... 



*Maaf, saya gitaris bukan vokalis

Minggu, 23 November 2014

Learn to Deny

Akhir- akhir ini aku sering merenung, mencoba memikirkan apa yang salah denganku. Akhir- akhir ini aku merasa sering kali mengecewakan orang yang terlalu berharap kepadaku. Padahal kalau mau dipikir, mana ada orang yang dengan sengaja mengecewakan orang lain jikalau dia bukan musuh. Aneh, menurutku tidak ada kekecewaan yang disengaja, semua ada alasan.

Terkadang kita terlalu takut untuk membuat orang lain kecewa, padahal diakhir cerita bisa saja kita membuatnya lebih kecewa. Hal itulah yang sering kualami. Aku sadar kalau terlalu baik itu menyakitkan. Aku selalu deangan mudah menerima seluruh tawaran permintaan orang lain. Susah untuk menolak

Bahkan, sampai saat ini tidak pernah terlintas jika aku dimanfaatkan dengan permintaan mereka, padahal banyak orang yang menegur kalau aku cuman dimanfaatkan beberapa pihak. Itu urusan mereka, niatku baik tulus untuk membantu, bukan mengecewakan.

Tapi, terkadang semua tidak seperti yang kita bayangkan. Rencana yang disusun lebih awal bisa menjadi kacau jika kemudian ada permintaan lain yang harus dipenuhi. Sigap respon jika ada yang minta tolong aku "Iya"kan saja. Dan kemudian diakhir cerita malah "mengecewakan". Beberapa janji tidak terpenuhi hanya karena sepenggal kata "Iya".

Aku teringat seseorang yang pernah berkata kalau aku terlalu baik dan menyarankanku untuk belajar menolak. Saat ini aku mulai menyesuaikan untuk menolak, jikalau memang itu tidak terlalu penting akan ku tolak. Jikalau itu bisa kau kerjakan sendiri, akan ku tolak. Jika itu bisa mengganggu janjiku, akan ku tolak. Tergantung seberapa penting dan mendesaknya, akan ku tolak.

I Will Learn to Deny

Dari hal yang kualami aku belajar untuk tidak terlalu berharap kepada siapapun selain kepada diri sendiri. Menjadi terlalu baik itu sangat menyakitkan, tetapi mengecewakan akan lebih menyakitkan. Menolaklah sebelum kecewa menjadi kekecewaan yang lebih menyakitkan, karena semua ada alasan