Selasa, 18 Agustus 2015

Lelaki Penyendiri

Terkadang kita merasa tiada
padahal ditengah ketiadaan, terdapat banyak hiburan dan keramian

Kita seolah sering mengekang diri
mengekang diri dari hal- hal istimewa karena derajat hati
kita terlahir bukan untuk sendiri
melainkan harus menyadari kalau mereka ada
untuk menemani..


#PHP
0 km Yogyakarta, Malioboro
23 Juli 2015
19.22 WIB

Jumat, 24 Juli 2015

Anakmu yang ingin Melebihimu

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Bissmillahirrahmanirrahim

Alhamdullilah
Proud of you. Untuk saat ini, ketika ku tulis postingan ini, hanya itu yang bisa ku berikan beserta rasa syukur. Selebihnya, izinkan waktu yang menjawab. Aku perjuangkan yang terbaik untukmu.

Postingan ini aku dedikasikan untuk ayahku yang baru saja meraih gelar doktoralnya di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Seorang anak desa yang menantang kota. Perjuanganmu sangat luar biasa.

Sebuah kalimat dari beliau di seminarnya pagi tadi.
"Jika engkau ingin dikenal dunia, maka kenali lah dirimu sedalam mungkin" (kurang lebih seperti itu intinya)

Pesan itu sangat terhubung dengan disertasi yang beliau bawakan. Yaitu mengkaji kembali tentang perubahan struktur rumah bugis , rumah tua yang digunakan masyarakat lampau ketika mereka masih murni sebagai masyarakat bugis dengan konsep "maradeka". Tatanan masyarakat dimana kesejahteraan terasa antara alam dan manusia begitu erat, ketika pemimpin visioner adalah "raja". Ketika mereka belum terkotak- kotakkan oleh kasta. Mungkin seperti itu konsep kemerdekaan yang diinginkan pejuang bangsa kita.

Beliau membenturkan dan mengkolaborasikan multi ilmu dari antropologi, sejarah, ilmu teknik sipil, arsitektur, maupun filsafat yang terkandung didalamnya. Hal yang sangat indah dan menarik untuk di kaji.

Beliau menggali asal usulnya yang besar di tanah masyarakat bugis dan ingin memberitahukan kepada dunia. Sesungguhnya konsep leluhur bisa lebih kompleks dan sempurna jika digunakan pada zaman ini dan zaman berikutnya dengan beberapa penyesuaian tertentu.

Banyak pelajaran luhur budaya indonesia yang sebenarnya merupakan titik ilmu pengetahuan namun terkikis oleh budaya asing yang kemudian meredupkan nilai luhur bangsa indonesia.

Pengkajian yang lebih dalam, terkhusus mengenai struktur rumah bugis bisw teman- teman dapatkan dari beliau yang memutuskan kembali mengabdi kepada masyarakat.

Selamat buat ayahanda Dr. Ir. Hartawan M.T. Semoga anakmu bisa melebihimu seperti keinginanmu.



Aku membayangkan jika tidak dengan didikan tegasmu kepadaku. Mungkin aku masih anak apatis yang malas hidup.

Jumat, 29 Mei 2015

Dunia ini penuh dengan kepalsuan.

Cinta palsu, itu yang paling sering dibicarakan penikmat kemarin sore. Sebelum akhirnya beras palsu muncul ke permukaan melalui hantaman media massa. Entahlah, mungkin penguasa sedang mengalihkan isu. Pak Menteri Pertanian akhirnya tampil melulu, (padahal) katanya terancam diganti.

Bagiku, itu hal biasa. Cinta palsu, beras palsu, ataupun telur sintesis beserta kawan- kawannya. Itu biasa. Namanya juga dunia, semuanya hanya sementara. Semerta- merta hal sementara itu sebagian besar adalah palsu.

Atau, mungkin manusia yang kelewatan modern. Hingga kurang pandai mengenali dunia. Mungkin saja, beras itu adalah produk cina yang sangat higienis. Setiap butirnya diberi plastik biar tetap higienis. Bangsa Indonesia malas membuka satu persatu biji beras itu, atau mungkin saja kita yang terhanyut dengan kebiasaan. Asal masak saja, yang penting bisa dimakan.

Kenapa kalian malah marah dengan beras "plastik", padahal dari kecil kita minum es "batu" masih bersikap biasa saja. Di salah satu perempatan jalan kotaku ada ayam yang terbuat dari "beton", kami tetap bersikap biasa saja. Ah sudahlah, jangan terlalu lebay!

***

Sabtu, 09 Mei 2015

Survey Syariah (TAB penghancur speedometer)

Merasa rugi bayar 100rb-an pertahun buat perpanjangan domain tapi masih jarang dibelai. Ah, sudahlah. Maafkan tuanmu, selalu khilaf dan sibuk dengan urusannya. Oke, kali ini akan kubahagiakan dirimu dengan belaian sebuah cerita.

Menjelang ramadhan tuanmu ini sedang dalam proses membersihkan diri. Sekarang tuanmu sudah mulai rajin sholat. Rokok dan minuman keras berusaha dijauhinya. Doakan tuanmu ini agar bisa tetap istiqamah. Karena menjelang Ramadhan, alangkah baiknya kubelai kau dengan sentuhan materi yang berbau agama. Tentang sesuatu yang berasal dari hal/niat yang baik kelak akan menjadi hal yang baik pula.

8 Mei 2015- 
Siang hari lepas sholat jum'at, saya bersama dengan 2 orang teman sedang melaksanakan survey pengamatan lalu lintas. Yang kami lakukan saat itu adalah merekam pergerakan kendaraan pada persimpangan tertentu, tentu saja dibantu dengan bantuan kamera/hp/tab untuk merekam. Karena terlalu sulit untuk menghitung langsung dilokasi. 

Siang itu saya bersama 2 orang teman saya mengamati dari atas mesjid, di lantai 3 atau sebut saja atap mesjid yang berlantai dua. Awalnya kami hanya duduk bersantai dengan gadget kami dengan alas sebuah jaket bekas yang ada di lokasi, kemudian terdengar suara benturan keras dibawah mesjid. Hening sejenak, saling bertatapan dan segera beranjak dari fantasi kami. Dan ternyata... Payung, Kamera, tripod, beserta TAB yang dipakai merekam jatuh ke halaman mesjid di lantai dasar.



Lucunya, ketika teman saya mengambil kamera di halaman mesjid. Semuanya tampak tenang, seakan tidak ada hal yang terjadi. Padahal tempat itu berada ditengah keramaian. Hanya payung milik ibuku yang rusak, mungkin karena melindungi TAB yang tidak terbayang ketika kami harus ganti rugi. Malangnya sebuah motor H*nda Beat yang terparkir dibawah menjadi korban. Kaca pelindung speedometernya pecah, tertancap kaki tripod. Kami tidak tahu siapa yang memiliki motor tersebut, hilang begitu saja setelah shalat ashar. Sempat sahabat ada yang tahu kejadian tersebut dan mengenal korban. Tolong dilaporkan, kami siap bertanggung jawab.

--

Selesai survey sekitar pukul 19.00 menjelang sholat isya. Kami pulang ke rumah masing-masing, Setelah beristirahat beberapa jam, Seorang teman mengirimkan pesan kalau TAB tersebut tidak ada di tas mereka alias ketinggalan. Yah, berhubung saya yang bertempat tinggal paling dekat dengan lokasi saya terpaksa menuju tempat tersebut untuk mencari TAB yang ketinggalan.

Sampai dilokasi tampak sangat ramai, memang ada kegiatan ceramah Tamu dari Arab. Sangat takut jika TAB tersebut hilang karena banyak orang dilokasi, walaupun masih jarang orang berpikiran untuk naik ke atap.

Sesampai di atap mesjid perasaan sempat menjadi sangat gelisah karena TAB tersebut tidak berada di setiap sudut yang kususuri. Sempat pasrah beberapa saat, hingga kemudian kuangkat sebuah jaket bekas yang terdapat di lokasi. Jaket tersebut terasa berat, dan ternyata TAB tersebut bersembunyi di dalam lengan jaket bekas itu. AH PARAH!




Alhamdulillah, barangnya masih mulus 99%, lengkap dengan kitabnya. klo mau COD hubungi pemiliknya. 

Dalam hati saya, mungkin barang tersebut merupakan sebuah barang penuh berkah, dari kebaikan atau uang yang bersih alias Halal. Didapatkan dari suatu hal yang baik (In sya Allah) dan akhirnya masih menjadi barang yang baik (In sya Allah). 

Marilah melakukan sesuatu hal yang baik dengan niat yang baik, In sya Allah akan menjadi hal baik pula dan pastinya bermanfaat. 

Mungkin cukup sekian, besok akan kucoba lagi membelai dirimu. Maafkan tuanmu yang angkuh ini.
Wassalam


*Bonus gambar menara mesjidn, diambil sekitar 15 menit sebelum jatuhnya TAB penghancur speedometer

Jumat, 03 April 2015

Berontak

Long time no post.

Aku bingung dengan diriku, benar dikatakan orang bahwa Aku Gila.

Yah, Aku sadar memiliki sudut pandang yang berbeda.

Tentu saja persepsi dan pemikiran kita berbeda.

Sebenarnya, Aku sering mencoba melihat persepsi dari sudut pandang kalian untuk sekedar memahami, tapi keyakinanku masih terlalu memberdayakan.

Jika Teman bilang Aku Gila. Memang begitu adanya.

Aku menghargai perbedaan namun kalian terlalu me"lebay"kan pemikiran Dan perasaan kalian.

Sekali- kali cobalah sejenak melihat dari sudut pandang berbeda, namun jangan pernah lari dari pegangan awal.

Kemudian renungkan dan bandingkanlah sudut pandang itu. Mungkin Kita sama- sama Gila...

CMIIW

Sent from my New Phone