Selasa, 17 Juli 2018
Orang ke-3
- uztadz Gadungan
Entah sudah berapa kali saya menjalin hubungan asmara dengan perempuan. Ingat! dengan perempuan. Seingatku sejak SMA kelas 1. Pernah SMP tapi itu cinta monyet yang tidak berfaeadah sama sekali. Mungkin kisaran >5 tapi <10. Tidak banyak, tapi pusing menghitung. Karena ada sih beberapa yang hanya untuk main- main doang. Kejamnya diriku. Hahahahaha.
Tetapi, untuk mereka yang saya seriusi. Mereka semua memiliki kesamaan. Ada orang ke-3. Yah, pasti kandas karena ada tokoh yang muncul ditengah- tengah dan sangat intense berinteraksi dengan doi'. Entah sengaja atau tidak, saya pun tidak tahu. Intinya mereka intense, sangat intense.
Dan polanya hampir sama, mengingat sikapku pun tetap sama. Tidak terlalu menggubris diawal, alias membiarkan/melepaskan mereka untuk berinteraksi. Pikirku karena aku percaya doi' dan memang kenal dengan si-orang ke-3. Hampir semua orang ketiga tersebut saya kenal dan akrab.
Mungkin karena pembiaran ini lama- kelamaan saya menjadi geram, dan ketika ceritanya memuncak dan klimaks, endingnya pasti perpisahan. Hahahahahahaha.
Ketika ku memikirkan dan kemudian menulis ini, semuanya jadi lucu. Kenapa polanya selalu sama kalau mau berakhir. Hahahahaha
Sendiri saja sampai mati kalau polanya akan terus seperti itu. Hahahahaha. Malangnya nasibmu,
Saya jadi betul percaya tentang matriks kehidupan yang seperti pola, dan akan terus berulang - ulang. Namun, terlalu rumit pola tersebut untuk diterima nalar manusia. Tidak heran kalau banyak aspek kehidupan diramalkan dari pola yang pernah terjadi sebelumnya.
Yasudah, sekian. Sebats dulu... galau tapi sudah tidak minum alkohol dan sudah tidak bergaul dengan pecinta alkohol. Padahal mau ketawa lepas.
Selasa, 29 Mei 2018
Abdul Madhol
Mulai dari mana yah? hahaha. Ini hanya cerita mengenai sampinganku bersama doi mengurus kucing. Bermula dari seekor kucing persia yang kami adopsi dari teman yang harus pergi untuk melanjutkan studi. Namanya "ucin". kalau mau tau silahkan follow ignya di @ucinthecat. Betina yang oversized dan terlalu cepat puber. Iah. terlalu cepat, karena belum cukup 1 tahun (sekitar 8 bulan). Si ucin sudah birahi mau kawin. Gua aj belum kawin, eh dia main enak aja dicariin jantan. Harus yang bersih dan sejenis lagi. Rugi soalnya kawinin kucing persia sama kucing kampung.
Skip ke 3 bulan lalu, ucin melahirkan. 5 kitten brojol keluar tapi yang bertahan hanya 4. Kami menamai mereka madhol, rascal, ninja, dan ucil. Tapi, 2 ekor udah di kasih ke yang punya jantan (ninja/si hitam dan ucil/ si abu). Mereka ikut ayah. u_u. Sekarang tinggal 2 ekor. Si Rascal dan Madol. Tapi kali ini mari kita bahas madol. Karena sebentar lagi dia mau pergi.
Kenapa namanya madol? Itu dari obat "tramadol" alias obat penenang. Karena waktu dulu dia kalem bukan main dan selow- selow abis. Diantara saudaranya ini yang paling cantik menurutku. Diantara saudaranya ini yang paling cengeng. Secara ukuran lumayan besar dari saudaranya, soalnya nyusu paling semangat. Suka teriak- teriak walau disiksa sedikit. Sekarang sudah mulai hyper aktif dan setiap hari berkelahi dengan rascal (walau pasti dikalah).
Tidak lama lagi madol diadopsi, siap-siap menjadi kucing burjois dengan makanan dan perawatan superior plus plus plus. Mudah- mudahan jadi kucing baik di rumah orang. Dan mudah- mudahan ruang gerakmu disana tidak dibatasi. Kan kalau bangsawan pasti penuh dengan aturan dan tata krama. Tidak seperti dirumah lamamu yang bebas lari kemana, tidur dimana, garuk/cakar dimana, sampai lompat kemana-mana.
NB: Ucin alias ibuknya madol sekarang lagi birahi, doyan kawin dia. Barangkali teman punya jantan yang cakep. Bolehlah.....
Sabtu, 20 Januari 2018
Hellow 2018
Blog ini sepertinya sudah usang. Padahal setiap posting selalu berjanji ingin mengurusnya. Hahahaha Shame on me. Namun apalah daya, godaan diluar itu luar biasa. Belum lagi popularitas sosial media yang begitu tinggi dan intens dengan suguhannya yang membuat kita selalu penasaran. Namun, tidak bisa dipungkiri kalau disini banyak tertulis dan tersirat segala sesuatu yang kujalani sejak blog ini lahir.
Tujuanku menulis ini adalah ingin mengutarakan keresahanku dan masalahku belakangan ini dan solusi yang kutawarkan sendiri untuk dilaksanakan sendiri. Sebut saja list-self-problem-solving atau apapun namanya itu.
1. Jadwal tidur yang kacau
Inilah sumber dari semua masalah yang akan terjadi setiap hari. Asal kalian tahu, saat ini jam bangunku selalu jam 11 teng. Aneh yah ketika ku terbangun dan melihat jam selalu 11.00. Lebih anehnya lagi. Aku selalu tersadar di pagi hari hanya untuk mematikan alarm yang kubuat sebanyak 3 lapis. Akibatnya, segala rencana yang kususun sebelumnya pun jadi buyar. Banyak yang harus dikorbankan. Banyak momen yang harus dilewati. Parahnya magangku selama 2 minggu berjalan ini hanya hitungan jari ku hadiri.
Memang salahku yang selalu tidur lewat jam 12 malam. Malahan kadang menjelang subuh baru ku tertidur. Parah dan sudah kronis. Solusiku hanya 1. Yaitu tidur lebih awal. Tapi bagaimana caranya, ini lah yang sangat sulit mengingat jam pulangku diatas jam 10 malam TIDUR LEBIH AWAL
2. Keuangan yang semakin menipis
Mudah mudahan ini hanya ramalan semata. Banyak kemungkinan dan kejadian yang menyimpulkan kalau tahun ini pendapatan tidak seperti kemarin. Ditambah invoice kerjaan dari tahun lalu sepertinya masih jauh dari "cair". Yah antisipasi saja dengan tidak membeli sembarangan. Rencana beli laptop baru dari akhir tahun lalu terancam terpending lagi. Bagaimana tidak. Pengeluaran melulu tanpa adanya pemasukan.
Mungkin ini salah satu pertanda agar diriku ini bisa untuk benar- benar fokus kuliah. Yah, mungkin seperti itu. Atau bisa saja diriku ini kembali keliling menawarkan jasa freelance offline maupun online. Semoga saja tidak seperti itu. Semoga saja rejekiku Tahun ini melebihi dari Tahun sebelumnya. Namun, sudah sepatutnya usahaku juga harus lebih extra. HIDUP LEBIH HEMAT dan USAHA LEBIH
3. Keinginan yang melebihi kebutuhan
Dan inilah masalah yang bisa menjadi kesimpulan atas semua sebab. Aku terlalu malas menjadi pekerja yang giat. Keinginanku untuk santai melulu. Padahal kebutuhanku adalah keluar untuk beraktifitas positif. Maka dari itu sepertinya harus kubuat sebuah kebiasaan untuk memacu agar keinginanku dapat selaras dengan kebutuhanku. Mari memulai dari yang kecil seperti membaca buku minimal 15 menit setiap sehari dan update di blog minimal seminggu sekali. Yah mudah- mudahan hal kecil ini dapat memicu untuk hal besar di kemudian hari.
Sekian tulisanku hari ini dengan judul yang tidak selaras dengan isinya. Oh iya, hari ini aku gagal lagi untuk tidur cepat. Sampai dirumah jam 12.30 AM. Ditambah kutulis postingan ini sambil main MOBA sampai beberapa menit lalu (menjelang subuh). Hahahahhaa. Sungguh rumit hidupku. Atau aku yang membuatnya rumit sendiri. Hahahahaha. Sungguh lucu diriku ini. *gumamku dalam hati.
Sabtu, 23 September 2017
Hati- Hati dengan Emosi
Seringkali kita memiliki perasaan yang intens terhadap manusia ataupun benda dengan berlebih dan bahkan terkadang melewati batas. Percayalah, Sekalipun itu baik ataupun buruk, akan sering berakhir dengan menyakitkan. Kebanyakan yang kalian ekspektasikan tidak akan sesuai dengan yang kalian dapatkan. Kenapa? Karena kalian dibutakan oleh emosi. Logika kadang jadi buta.
Sometimes we need some respect, sometimes we need to calm, karena jika yang kalian harapkan dan yang kalian dapatkan tidak sesuai. Kemungkinan akan menjadi benci yang lebih kejam.
Sorry for everything.. Thank You.
Kamis, 01 Juni 2017
Hanya Perasaanku Mungkin
Aku tidak tahu, sebenarnya "sahabat" itu seperti apa? Selalu iri dengan teman- teman yang update di sosial media, ,mereka sedang hangout dan mengatakan sedang bersama sahabatnya. Mereka upload curhatan mereka bersama sahabatnya. Gila- Gilaan bersama sahabatnya, dll. Jujur, aku memang introvert. Terlalu menjaga privasi, mungkin hanya segelintir orang yang bisa kutemani cerita luar dalam tentang diriku.
Selain itu, memang aku dari dari dulu terkesan "one man show" atau sering bekerja sendiri. Belum lagi disetiap kelompok pergaulanku, aku yang paling muda. Dan pergaulanku pun sering pindah dari satu tempat ke tempat lain. Dominan bermain bersama mereka karena ad unsur saling membutuhkan. Entah itu pekerjaan atau memang untuk sharing ide. Dunia entertain bersama merekapun cenderung terbatas. Aku takut terlalu jauh dan terjerumus seperti beberapa tahun kemarin.
Disatu sisi aku orang yang anti untuk meminta tolong kepada orang lain. Anti menyusahkan atau merepotkan mereka yang bersamaku. Tololnya, aku yang kadang diperalat dan mengalah lalu menyesal sesaat seperti menyiksa diri. Beberapa dari mereka mengatakan aku jual mahal, padahal kalau kalian minta tolong, aku siap bantu selama masih dalam kapasitasku.
Sungguh miris, beranjak 23 tahun seperti hidup tanpa seorang sahabat. Bahkan tidak tahu sahabat itu apa?
Kamis, 25 Mei 2017
Everybody have their Timezone
Mari cerita dengan kehidupanku beberapa hari terakhir. Tadi pagi, aku jatuh konyol dari motor, karena terburu- buru takut ketinggalan meeting untuk event di salah satu Mall baru di Makassar. Sepulang dari situ, aku berenjak pergi ke rumah kekasih untuk menemuinya. Namun, hampir sekitar 50m sampai rumah beliau. Aku tersadar kalau dompetku jatuh. Jadi, mau tidak mau aku kembali ke tempat meeting tadi. Dan ternyata benar jatuh di tempat kami meeting tadi, dititipnya di Costumer Service atau Front Office atau apalah namanya.
Kemudian aku beranjak ke Pinggir Pantai menunggu Sunset (dekat dengan lokasi meeting) sambil mendengar lagu hingga baterai HPku habis. Kubatalkan ke rumah kekasih karena dia sedang pergi bersama temannya. Kupikir, lebih baik ku kerja tugasku untuk kuliah. Maklum, mendekati deadline dan HPku sedang lowbat. Aku pergi ke cafe, dan pas ketika tugasku selesai tiba- tiba aku dihubungi dan dijemput oleh teman SMA yang sedang cuti di Makassar, satu dari mereka adalah co-pilot dan satunya masih menunggu pengumuman di bidang yang sama. Yah, mungkin ini hikmah dari kejadian tadi.
Kami jalan bersama mencari makan. Syukur, dia mentraktir makan sushi di tempat yang boleh dikata "High Class". Hebat, pasti jalannya ketika menjadi yang sekarang pasti tidak mudah. Butuh proses, dan aku masih stuck di Semester Tua dengan SKS yang perlu dikejar. Seketika aku iri.
Kemudian, aku ingat 2 hari lalu. 4 dari teman angkatan jurusan sudah Sarjana. Aku ini seumur mundur untuk kuliah karena pindah kampus. Kalau angkatan SMA sudah banyak yang sarjana, bahkan sudah ada yang berkeluarga. Aku iri pada mereka. Tetapi siapa yang tahu masa depan setelah ini,,,
Dari kejadian itu aku belajar dan berpikir. Kenapa kita selalu menilai kehidupan orang lain, kalau kita sebenarnya memiliki kesempatan yang sama? Hanya saja mungin zona waktu kita berbeda. Setiap orang memiliki tujuan fokus yang berbeda. Mungkin saat ini teman- teman sudah selesai studi dan sukses dibidangnya, namun yang kalian akan alami sudah aku alami terlebih dahulu. Begitu juga sebaliknya, aku tidak merasakan yang teman- teman alami, namun kalian baru mau merasakan yang aku rasakan di dunia luar. Dan "kejadian" itu selalu beragam.
Setiap orang memiliki zona waktunya masing - masing. Intinya jangan sia- siakan masa mudamu dengan omong kosong. Fokus terhadap tujuan masing- masing. Dunia ini berputar, waktu ini terus berjalan, semua bisa berubah. Mungkin masalah utamanya adalah kita yang selalu menunda, tidak bersyukur, dan terlalu serakah.
Semoga kalian semua bahagia. Mari merenung dan perjuangkan zona waktu hidup kita masing- masing.
Rabu, 22 Februari 2017
Menulis (lagi). Tidak mau berharap
Saya sendiri lupa kapan terakhir menulis di blog lagi? Padahal dulu selalu punya niat untuk terus update minimal 1 kali seminggu. Niat tinggal niat. Cukup niat. Seperti yang mereka selalu katakan padaku. Pemberi Harapan Palsu. Cuih... Aku benci mendengar itu
Mungkin karena blog sudah tidak sekaliber sosial media lainnya. Akhirnya jadi jarang kubuka. Aku lebih senang melihat timeline instagram dan membalas pesan di WA. Sesekali di line dan BBM jika itu penting. Tapi mungkin hanya sampai malam ini siklus itu terjadi.
BBM sudah ku nonaktifkan. Begitupun instagramku yang sudah kuhapus fotoku yang penuh cerita. Anggap saja ku hapus cerita yang dari tahun 2013 ku simpan. Waktu dulu aku mengupload sebuah momen, bukan sekedar nyampah seperti para selegram itu. Yah, setiap foto punya cerita. 1 foto dengan beribu cerita, bukan 1000 foto dengan 1 cerita seperti para anak alay itu.
Aku sedang benci sebenci bencinya kepada diriku. Tolol. Entahlah, malam ini aku lepas kontrol, mungkin karena mencari pelampiasan hingga akhirnya ku hapus ceritaku di situ. Tapi tak apa, tidak baik kalau mau menyesal. We must go on.
Malam ini semesta kurang mendukung. Terlebih ketika dirimu mengharapkan dukungan, namun hanya todongan senjata yang kau dapatkan. Alhasil, aku pun ikut emosi. Sumber kehidupanku bermasalah. Marah mungkin setelah kupukul. Aku ingat 3 kali pukulan yang menyebabkan alat bantunya pun rusak. Terkadang dibawah tekanan aku menjadi buas, apalagi menyangkut hati. Terlalu sensitif untukku.
Mungkin seharusnya aku tidak mengharapkan sedikitpun dari manusia. Walaupun banyak orang yang selalu kunasehati seperti itu. Jangan mengharap dari manusia. Seperti boomerang, sekarang menimpaku.
Besok dan beberapa hari kedepan akan penuh dengan kejutan. Masa bodoh dengan pengharapan kepada manusia. Tidak mau lagi. Walaupun ada hati kepada manusia itu. Tidak pernah lagi mau berharap. Aku sendiri bisa berjuang. Kalau mau bantu aku syukuri dan ku ucapkan terima kasih. Tapi aku tidak mengharap. Cukup kau sikapi sendiri.
Kutulis postingan ini dengan hati yang tidak tau sedang merasa apa. Apakah benci, atau mungkin bahagia? Entahlah. Persetan dengan perasaan! Just keep moving on! Terima Kasih telah membaca.
Senin, 12 Desember 2016
My Fault Everywhere.
Yah, malam ini sial. Hujan dan Rindu. Ketika bisa video call, malah dibilang tidak peduli. Padahal aku liat pesanmu masuk. Aku bicara tanpa suara berkata "apa" lebih dari 1 kali. Memang aku sedang browsing.
Kemudian kita bertengkar, and you said to me "hanya kau yang mau dimengerti!". What?? Really?? LOL.
Then i realize. i was mute my computer sound -__-.
so i cant hear you. Mungkin kamu tadi berbicara lalu tersinggung. then you hate me. Ah, its suck for me. /sad
Walaupun aku mengatakan alasan yang sebenarnya, paling hanya akan menambah masalah dan kamu tidak percaya. coz no evidence.
Hah! Women!
Jadi, aku tulis di blog ini. Mungkin saja google mau mengerti. Manusia itu terlalu egois. Termasuk saya.
--
Selasa, 29 November 2016
i am not fat
.....
Jumat, 28 Oktober 2016
Hai, Namaku "TAMA"
Kejadian ini sekitar seminggu yang lalu, tepatnya 20 Oktober 2016. LINEku berbunyi, menandakan pesan masuk. Juniorku di SMA sekaligus teman seangkatan di kampus mengirimkan sebuah foto lelaki yang tidak asing bagiku sedang duduk di atas bus kampus. Mereka pulang menggunakan bus yang sama, maklum kampusnya sekaligus tempatku kuliah sudah dipindahkan keluar kota.
Temanku bertanya apakah dia ayahku, karena katanya sedikit mirip. Dan tebakannya benar, saya mengaku. hahahaha
Sebelumnya, aku ingin ceritakan sedikit tentang ayahku. Beliau adalah dosen Teknik Arsitektur disalah satu Universitas Ternama di Sulawesi Selawan, bergelar doktor yang cerdas, namun hidupnya lurus dan sederhana. PNS yang ideal, boleh dikata teladan.
Ketika temannya menikmati mobil baru dan mewah dengan proyek disana-sini, beliau malah fokus mengajar dengan mobil kijang kotak tua, dan bahkan lebih sering ke kampus mengendarai bus bersama staff dan beberapa mahasiswa.
Ketika temannya sering jalan liburan dan suka makan makanan yang kekinian, beliau lebih suka belajar dan makan- makanan sederhana dirumah bersama keluarga, bahkan seringkali membawa nasi kotak (bekal) untuk makan siang dikampus jika mengajar hingga sore. Masakan ibuku pastinya. Sungguh Romantis
Kembali ke pembahasan awal.
Temanku mengatakan kalau ayahku orang yang lucu. Ya, beliau memang jago melucu.
---------------Nama TAMA mungkin beliau ambil dari penggalan namaku : Putra Harda PraTAMA
Kira- kira begini yang diceritakan temanku :
-- Ada staff bertanya kepada ayahku (dengan dialeg orang Sulawesi) tapi aku sederhanakan : "Anak Bapak kuliah dimana??".
-- "di kampus ini" kata ayahku.
-- "Yang Mana? Namanya Siapa? Jurusan Apa?" kata staff itu
-- Kemudian dengan santai ayahku mengatakan "Tidak usah ditahu jurusan apa, namanya Tama. Cari kalau bisa dapat". Kemudian ayahku melanjutkan dengan kalimat "Biar dosen lain tidak tahu dia anak Dosen, biar kalau dapat C dikasih D, tidak usah di kasih naik nilainya"
---------------
Gokil cuyy... yah ini bukan pertama kalinya beliau seperti itu. Katanya dulu pernah ada dosen yang bertanya anaknya kuliah dimana, dia sebutkan Universitas B (tempatku kuliah sebelum pindah ke Universitas yang sekarang). Pastinya mereka heran kok anak Dosen disini kuliah disitu.
Sebenarnya, saya sih enjoy dan senang alias woles, ketika orang lain ingin tampil karena mengandalkan orang tua atau keluarganya. Saya tidak mau seperti itu, dia ya dia, saya ya saya. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa beliau adalah ayah saya. Maksudku seperti itulah caranya mendidik. Anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Bisa dikata anti-mainstream, ketika jaman sekarang banyak orang yang mengandalkan keluarga untuk mencari jalan pintas.
Padahal, kalau dipikir- pikir, kalau aku sebut namanya dibeberapa tempat, jalanku bisa dipernudah dan orang akan melihatku dua mata. Tapi, nanti jadinya hidupku tidak seru.
Sekian dulu.
*ditulis ketika berteduh di kafe menunggu hujan reda, coklatnya sunggah nikmat. Sudah waktunya pulang
Jumat, 05 Agustus 2016
...
Tanpa Kabar dan Tersiksa
Seiris luka dan Penyesalan
Masih dengan maaf dan Terabaikan
Pikirku yang selalu tidak tenang
dan Doaku
Semoga dirimu Baik- baik saja
Selasa, 19 Juli 2016
Special Post!
Pengumuman Penting....
Saya Normal dan Tidak Jomblo
Kenapa ?? Mari bercerita...
Dulu sy benci yg namanya cinta. Logika ku penuh dengan persepsi kalau cinta itu merugikan. Mungkin karena saya tidak merasakan dan sering dikhianati cinta. Itu ceritaku dulu...
Semenjak tahun 2012 tidak ada yang namanya pacar, statusku "single/jomblo" . Teman baperan sih ada, tapi saya tetap disakiti. Atau mungkin ada yang salah dengan saya? Entahlah...
Singkat cerita akhir 2015 aku mengisi libur kuliah dengan kerja proyek perencanaan di salah satu instansi pemerintah. Sedikit sombong, masih kuliah tapi malah ambil kerja orang yang sarjana, saya kuliah di jurusan teknik sipil.
Kemudian... Jeng jeng jeng
Aku diingatkan olehnya, tanggal 11 Desember pertama kali bertemu denganku, waktu aku sedang mengurus administrasi pekerjaan (pencairan uang proyek). Bukan sombong yah, waktu itu aku sangat butuh laptop baru..
Sy kenal dengan wanita yg (mungkin) dia jatuh cinta duluan padaku pada pandangan pertamanya. Waktu itu aku ingat dia dengan baju hitam membawa kertas dan sering keluar masuk ruangan (mungkin untuk curi pandang). Waktu itu aku masih tidak ada perasaan, toh waktu itu aku cuek setengah mati terhadap wanita. Jujur, beberapa dari temanku bahkan menganggapku "homo". Bodo amat..
Seiring berjalannya waktu, hingga saat ini aku tidak tahu pasti kapan dan kenapa aku ada rasa. Begini, aku diperlakukan lebih. Perhatian dan ketulusannya sangat terasa, ingat postinganku sebelumnya?? Yah itu dari dia. Maksudku, perasaan ini baru terasa dari dia, tidak seperti sebelumnya dengan mereka yang telah lalu. Maksudku, aku jadi spesial dan jujur tidak bisa aku jelaskan. Seperti sihir rasanya.
Ini bukan cinta seperti yg lalu, prosesnya tidak seinstan yang biasanya. Maksudku, aku cinta apa adanya. Dulu aku cinta ada apanya. Dulu aku cinta dengan beribu alasan. Lah kepadanya aku seperti tanpa alasan. Tidak melebih- lebihkan kalau aku berkata "cinta yang murni" ? Maksudku, aku siap menerima dia apa adanya, bagaimana pun dia, dan seperti apa pun dia. Yang jelas dia wanita yang seperti apa adanya dia....
Dia baik dan ingin selalu menjadi lebih baik, pengorbanannya kepadaku pun jauh lebih banyak daripada yang kulakukan. Aku merasa spesial, dan memang dia spesial.
Ini bukan postingan lebay, ini jujur. Apalagi blog ini jarang terisi. Kalian mungkin jarang mendapatkanku aktif di jejaring media sosial dan akan ku fokuskan ke blog ini.
Anggap saja ceritaku dengannya adalah awal untuk blog ini. Dan seperti niatku kepada blogku. Aku ingin blog ini, sekitar puluhan tahun kedepan menceritakan tentangku ketika masih muda. Dan tentu saja cerita kita. Aku dan Dia.
Maaf kalau sampai sekarang belum aku "tembak" seperti yang dilakukan mereka mereka.
Lovely.
D.E
Sabtu, 14 Mei 2016
Aku Kehilangan
Entah sudah berapa lama hingga aku kembali merasa kehilangan. Kehilangan yang sangat dalam. Ini mungkin musibah. Sebagai manusia biasa, aku hanya bisa mengusahakan yang terbaik dan percaya semua ada hikmahnya, karena tidak ada yang kebetulan dan terjadi tanpa alasan di dunia ini.
Aku kehilangan, iah... dompetku hilang beserta isinya. Surat- surat penting dan uang tunai lenyap tak berbekas di Siang Bolong (Kamis, 12 Mei 2016) ketika aku bersepeda.
Ku coba susuri jalan yang kulalui sebanyak 3 kali, ku tengok kanan dan kiri tetap tidak ada. Mungkin sudah di pungut oleh mereka yang menganggap itu rejekinya. Mudah- mudahan bermanfaat yah...
Sakit dan sedih. Ini pertama kalinya aku mengalami hal seperti ini. Aku malu sebagai laki laki yang bersedih karena kejadian ini. Aku sadar harus cepat bertindak dan ikhlas sambari menunggu jika penemunya adalah orang baik.
Berselang 2 jam belum ada kabar baik, akhirnya kuputuskan dengan membuat keterangan hilang di polsek. Aku sudah berpikir matang, yang hilang mungkin uang tunai. ATM harus segera ku blokir dan ganti yang baru, mengingat SIMku harus diperpanjang tahun ini jadi mending aku urus pergantian dan perpanjangan. Belum lagi STNK yang ternyata blangko untuk tanda tangan sudah Full dan harus diganti. Memang sudah waktunya dompetku hilang.
Yang pertama ku urus haruslah ATM, karena modalku untuk mengurus sisanya ada didalamnya. Beruntung KTPku ada yang aku cadangkan sehingga prosesnya lebih mudah. Ketika di Kantor Bank yang bersangkutan, ada seseorang yang memaksa untuk bertemu malam itu juga. Tumben memaksa, biasanya tunggu kode dulu.
Urusan di ATM tidak terlalu sulit, hanya lama. Aku jadi kostumer terakhir hari itu. Bahkan 1 jam setelah tutup aku baru dilayani. Terlalu banyak yang mengantri.
Sekitar jam 6 aku berangkat ke tempat aku janjian dengannya di salah satu tempat makan waralaba di kota Makassar. Heran, biasanya dia yang lebih dulu datang ke tempat itu. Tapi entah kenapa malah aku yang harus menunggu hingga 30 menit, padahal kampusnya dan tempat itu hanya berjarak 200 meter.
Akhirnya, setelah duduk kosong merenung kejadian siang tadi, dia datang dengan lagaknya yang unik dan tawanya yang lugu. Melanggar aturan dengan membawa kue pie dari luar resto, dia suka makan. Kalau ada kata yang lebih dari suka, mungkin akan ku gelarkan kepadanya. Lebih dari suka makan.
Bertemu dengan dia memiliki aura tersendiri, tertawa tidak pernah lepas. Belum lagi ketika dia menumpahkan pie tersebut ke celananya karena dia membuka pienya dikursi (takut kelihatan oleh pegawai resto tersebut). Yah, lugu memang, tapi mau diapa. Itulah dia dengan keluguan nya. Suka.
Selesai makan malam dengan segala kekonyolan, kami lanjut pergi ke apotek didekat rumahnya untuk membeli sesuatu. Dia melarangku pulang sebelum dia kembali dari isi bensin. Dan tada.... dia memberiku sebuah bungkusan yang aku kira adalah barangnya, mengingat dia selalu membawa tas tambahan kemana- mana.
Ketika kubuka sesampai dirumah...
Yap, dompet dengan uang palsu dan surat didalamnya. Aku merasa terlalu tua untuk urusan sekonyal ini, tapi tak apalah, aku tidak peduli. Aku suka hal sekonyol ini, aku merasa terlalu banyak berutang sama kamu.
Isi suratnya pun seperti ini :
"
To : Harda
Ini uang untuk ganti uangnya dalam dompet yang hilang tadi, Semoga cukup untuk beli Hotel di Beijing. Jan dihilangkan lagi, kalau hilang lagi, kubelikan rantai dompet kayak anak gaul, Mau? hehehe
"
Yah terima kasih, akan kubeli hotel dibeijing beserta negara satu bloknya ( permainan monopoli). Aku sangat terhibur dan merasa berhutang banyak. Tidak heran aku menunggu terlalu lama karena kamu mempersiapkan untuk ini. Sudah, aku sudah move on dari dompet hilang itu. Aku tidak ingin terlalu lebay hanya karena itu, karena semua ada hikmahnya. Sisa Kartu Mahasiswa yang belum kuurus, yang lain sudah :) Mari kembali menikmati hari seperti biasanya, dan tentunya harus lebih hati- hati dan tetap bersyukur. Terima Kasih.
NB: Semoga cepat kurus.
Jumat, 15 April 2016
Masih Muda!
Aku masih muda
Naluriku lapar
Pikiranku liar
Nalarku penuh tanda tanya
Butuh dan ingin belajar banyak
-PHP
Minggu, 06 Maret 2016
Tuhan, Aku Khilaf (lagi)
“Semakin banyak uang semakin banyak godaan, Semakin tinggi derajat semakin besar godaan”.
Sabtu, 20 Februari 2016
Kopi dan Kue Persahabatan
Apa yang kalian rasakan jika ditrakir kopi oleh orang yang baru kalian temui di coffee shop?
Sabtu, 06 Februari 2016
Simply B/W hardapratama.com
Apa kabar pembaca? kalau memang kalian niat membaca blog ini.
Lama tidak menulis, kemarin niatnya mau intensif, tapi buktinya sampai sekarang masih jarang nge-post. Memang manusia itu berubah. Kita setiap hari secara tidak sadar disuntik asumsi dan sudut pandang dari pergaulan dan dunia kita saat ini. Tanyakan pada alam bawah sadar kalian jika tidak percaya. Untuk sederhananya coba bandingkan diri kalian di depan orang tua, di depan pacar, atau di depan sahabat kalian. Kalian menjadi orang yang berbeda. Bukankah begitu?
Karena menurutku manusia itu berubah, begitu pula dengan blog ini. Kedesain ulang menjadi hitam putih, simple, bersih, walaupun tidak serame kemarin.
Mari membandingkan..
yang diatas adalah desain blogku kemarin. Editan ini ku aplikasikan pada tanggal 13 Februari 2015, kurang beberapa hari genap setahun. Tanggung. Desainnya sedikit rame dan childish, Dengan foto alay yang bertuliskan 20 tahun. Padahal umurku sekarang jalan 22 tahun. Cukup berdosa kalau ada pengunjung yang datang mengira aku 20 tahun padahal sudah 21 tahun. Umurku semakin hari semakin berkurang sebenarnya.
Manusia berubah dan tidak pernah puas. Serakah! Aku mencoba mencari suasana baru, mungkin bisa jadi sedikit suplemen untuk lebih rajin menulis.
Silahkan dibandingkan
Senin, 28 Desember 2015
Sebatas Pemuja
Aku Memujanya tetapi bukan untuk dirindukan.
Aku Memujanya tetapi bukan untuk hati ini.
Aku Memujanya hanya karena dia memukau.
Tidak tahu kenapa dia memukau.
Aku harus menemukan alasan biar ini tidak dibilang cinta
Kan orang bilang cinta ada tanpa alasan.
Kalau sudah ada alasan cintanya bisa tidak murni.
Karena ada alasan.
Mudah-mudahan ini bukan cinta.
Biarkan aku sebatas memujamu.
Rabu, 02 Desember 2015
Gigiku retak sebelah
Senin, 30 Nov 2015
Jam 3 sore, lewat 15 menit
Sejarah dan momen istimewa
Aku berjalan agak cepat
Aku melihat ke atas dan tidak sengaja membentur kaca
Kasian kaca di perpustakaan kampus itu
Kaca tebal itu tergores
Belum lagi orang yang membaca di dalam sana
Mereka terganggu, kaget kemudian tertawa
Dasar kaca....
Siapa suruh bersih transparan dan berdiri di samping pintu?!
Gigiku jadi unik sendiri
Pecah 1/16 di gigi depan bagian kiri kalau kelian melihatnya
Tak apalah, aku sudah rela dan ikhlas....
Gigi kelinciku jadi imut dan lucu
Aku jadi tambah imut dan lucu pula. Senyum. Bahagia
Selasa, 24 November 2015
Gambar Hati
Lihat bingkai itu, indah bukan. Tapi sayang kosong.
Lihat huruf A itu, huruf pertama dan besar, tapi pendampingnya 13. Sial
Belum lagi hati di cangkir itu terlihat retak.
Gantungan kunci itu seperti emas, tapi tidak lebih dari pemanis
Syukur ada asbak, hanya tempat menaruh ampas rokok, tapi menyuruh untuk "ganti" atau aku artikan sebagai "berubah"
.
Gambar ini menjelaskan banyak hal
Tentang saya yang pernah ada
Zodiac Cafe
24 Nov 2015
22.55 WITA








