Jumat, 20 September 2013

I Love Architecture, and I Love Civil.


20 September 2013.
Mengangkat kembali cerita yang aku sembunyikan



Saya mau sedikit share tentang pengalaman akademik saya selama menjadi Mahasiswa dari tahun 2012. Saya sudah merasakan kuliah di dua kampus berbeda. Yang pertama di UIN Alauddin Makassar, lebih tepatnya di Fakultas Sains dan Teknologi jurusan Teknik Arsitektur. Kemudian lanjut ke Universitas Hasanuddin karena beberapa alasan. Di Universitas Hasanuddin saya terdaftar sebagai mahasiswa Teknik Sipil Angkatan 2013. 

Tulisan ini saya buat setelah beberapa jam menghadap ke Ketua Jurusan Teknik Arsitektur di UIN Alauddin Makassar. Entahlah, perasaan ini jadi tidak tenang. Ingin mengucapkan "Terima Kasih" dan "Maaf" secara bersamaan kepada beberapa orang. Rasanya belum puas jikalau saya belum menceritakan kisah di balik ini semua.

Awal kisah dari SNMPTN Tahun 2012. Saya menempatkan Sipil Unhas di pilihan pertama, Komunikasi Unhas di pilihan kedua, dan Arsitektur UIN di pilihan ketiga. Alhamdulillah, saya Lulus di pilihan ketiga. Dari awal kuliah saya sudah memutuskan untuk bisa kuliah di Teknik Arsitektur, dan ingin rasanya masuk Teknik Sipil di tahun berikutnya. Arsitektur dan Sipil seperti saudara, jadi apa salahnya jika saya double degree pada Ilmu ini. Dan Orang Tua bahkan sangat mendukung dan merekomendasikan langkah ini.

Satu semester saya lewati seperti mahasiswa lainnya, bahkan saya tergolong aneh karena tidak menginginkan nilai C. Saya berprinsip lebih mending mendapat E daripada C (karena nilai C tidak bisa mengulang). Itu permintaan saya untuk sebagian dosen dan Alhamdulillah 2 Nilai E pada semester 1.

Akhir ujian semester 1, suatu kejadian dengan sahabat yang sempat membuat saya shock. Hal itu membuat saya agak malas untuk kuliah dan bertemu dengannya, belum lagi ada lembaga luar kampus dan kegiatan lain yang seakan membuat saya lebih hidup. Mimpi diawal kuliah saya sepelekan karena shock dengan kejadian dengan seorang sahabat tersebut, belum lagi yang kupikir adalah masih ada 1 tahun untuk memperbaiki nilai. Saya mengaku memang malas kuliah pada semester dua. Hasilnya, hanya 2 nilai yang masuk. Dan IPK saya pada saat itu hanya 1,7. 

Lanjut cerita, pada bulan 6 (sebulan sebelum final). Muncul peraturan bagi 2012 yang IPK <2,00 akan di DO. Tanpa SP dan muncul secara mendadak. Padahal perjanjian awal yang saya tanda tangani adalah setelah 2 tahun jika IPK <2,00 yang akan di DO. Saya sudah bisa sedikit memprediksi hasil tersebut. Dan memang benar, 40 orang di DO pada saat itu. (walaupun akhir cerita SK DO tersebut di batalkan oleh WR1).

Mengantisipasi hal tersebut, saya mencoba kembali mengadu nasib di SBMPTN 2013. Walaupun memang ini rencana saya dari awal. Kembali ke sasaran awal saya di Sipil, meskipun melalui jalur tahap 2. Impian saya masuk Sipil sudah tercapaI, walaupun pada saat lulus masih shock karena di DO di Arsitektur. Rencana double degree sudah pupus.

Di Sipil Unhas saya sudah mulai aktif kuliah hingga kemudian mendapat berita jika SK DO di batalkan. Itu pun saya terima melalui Sosial Media melalui teman seperjuangan di kampus UIN. Masih ada kesempatan untuk mewujudkan mimpi saya pada saat awal kuliah.

Menindak lanjuti kabar tersebut, saya putuskan untuk mengkonfirmasi di rumah Ketua Jurusan. Tujuannya untuk mengetahui status saya di UIN dan menanggapi pembatalan SK tersebut. Dan memang benar, SK DO tersebut ditarik kembali.
Beberapa teman-teman lain yang di DO ternyata sudah kembali kuliah, bahagialah mereka dan mudah-mudahan akan menjadikan mereka lebih baik lagi.

Sedih rasanya ketika Ketua Jurusan berkata "Sayang jika orang seperti kamu (saya) dan teman-temanmu yang lain yang mesti keluar". Kira-kira seperti itulah kurang lebih yang beliau katakan kepada saya. Ingin kembali ke sana untuk bertemu dengan teman-teman lain dalam satu kelas walau hanya beberapa Mata Kuliah, dan memang itu yang saya harapkan dari Tahun kemarin. Namun, ternyata tidak bisa terwujud karena batas pembayaran hanya hingga tanggal 6 September kemarin. Sedikit di ingatkan oleh beliau, kalau tempat kuliah saya sekarang sudah bagus dan mungkin akan sulit untuk jalani 2 tempat kuliah.

 Namun, masih tetap dari keputusan awal, saya ingin kuliah Arsitektur dan Sipil walaupun tidak saya katakan kepada beliau (Kajur). Keputusan saya saat ini hanya menjalani apa yang harus dijalani. Serahkan semua sama Tuhan karena Dia tahu yang terbaik. Jikalau Tuhan mengizinkan saya ingin kembali ke Arsitektur semester depan sejalan dengan teknik Sipil. Apalagi 2 kampus tersebut hanya berjarak 2 km. Tetap pada tujuan awal saya, sudah tidak bisa dipungkiri. Saya sudah jatuh cinta kepada dunia Arsitektur dan sangat ingin mendalami ilmu Sipil. Sekali lagi ingin saya sampaikan "Terima Kasih" dan "Maaf" kepada kalian.

Saya punya mimpi dan pasti ingin membuatnya menjadi nyata. Selama saya masih bisa berjuang, saya pasti berjuang. Dan tidak ada artinya jika proses penggapaian mimpi tersebut jalan tanpa tantangan. Karena tantangan itulah yang membuatnya lebih bernilai. Jangan pernah ulangi kesalahan yang sama dan buatlah semuanya menjadi lebih bermakna.

Jikalau teman-teman punya tanggapan atau saran, silahkan tambahkan di kolom komentar :D Keep Believe in Your Dream, and make it Come True. Maaf kalau ada salah, ini cuman curaan hati buat lebih memotivasi diri. Tuhan
Selalu meliliki rahasia bagi merea yang ingin mencarinya