Jumat, 28 Oktober 2016

Hai, Namaku "TAMA"

"Kasihan, sepertinya aku tidak terlalu diakui oleh ayahku. Hahahahha " Aku sedikit termenung dengan senyum lebar setelah mendengar cerita dari temanku.

Kejadian ini sekitar seminggu yang lalu, tepatnya 20 Oktober 2016. LINEku berbunyi, menandakan pesan masuk. Juniorku di SMA sekaligus teman seangkatan di kampus mengirimkan sebuah foto lelaki yang tidak asing bagiku sedang duduk di atas bus kampus. Mereka pulang menggunakan bus yang sama, maklum kampusnya sekaligus tempatku kuliah sudah dipindahkan keluar kota.

Temanku bertanya apakah dia ayahku, karena katanya sedikit mirip. Dan tebakannya benar, saya mengaku. hahahaha

Sebelumnya, aku ingin ceritakan sedikit tentang ayahku. Beliau adalah dosen Teknik Arsitektur disalah satu Universitas Ternama di Sulawesi Selawan, bergelar doktor yang cerdas, namun hidupnya lurus dan sederhana. PNS yang ideal, boleh dikata teladan.

Ketika temannya menikmati mobil baru dan mewah dengan proyek disana-sini, beliau malah fokus mengajar dengan mobil kijang kotak tua, dan bahkan lebih sering ke kampus mengendarai bus bersama staff dan beberapa mahasiswa.

Ketika temannya sering jalan liburan dan suka makan makanan yang kekinian, beliau lebih suka belajar dan makan- makanan sederhana dirumah bersama keluarga, bahkan seringkali membawa nasi kotak (bekal) untuk makan siang dikampus jika mengajar hingga sore. Masakan ibuku pastinya. Sungguh Romantis

Kembali ke pembahasan awal.
Temanku mengatakan kalau ayahku orang yang lucu. Ya, beliau memang jago melucu.

---------------
Kira- kira begini yang diceritakan temanku :
-- Ada staff bertanya kepada ayahku (dengan dialeg orang Sulawesi) tapi aku sederhanakan : "Anak Bapak kuliah dimana??".
-- "di kampus ini" kata ayahku.
-- "Yang Mana? Namanya Siapa? Jurusan Apa?" kata staff itu
-- Kemudian dengan santai ayahku mengatakan "Tidak usah ditahu jurusan apa, namanya Tama. Cari kalau bisa dapat". Kemudian ayahku melanjutkan dengan kalimat "Biar dosen lain tidak tahu dia anak Dosen, biar kalau dapat C dikasih D, tidak usah di kasih naik nilainya"
---------------
Nama TAMA mungkin beliau ambil dari penggalan namaku : Putra Harda PraTAMA

Gokil cuyy... yah ini bukan pertama kalinya beliau seperti itu. Katanya dulu pernah ada dosen yang bertanya anaknya kuliah dimana, dia sebutkan Universitas B (tempatku kuliah sebelum pindah ke Universitas yang sekarang). Pastinya mereka heran kok anak Dosen disini kuliah disitu.

Sebenarnya, saya sih enjoy dan senang alias woles, ketika orang lain ingin tampil karena mengandalkan orang tua atau keluarganya. Saya tidak mau seperti itu, dia ya dia, saya ya saya. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa beliau adalah ayah saya. Maksudku seperti itulah caranya mendidik. Anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Bisa dikata anti-mainstream, ketika jaman sekarang banyak orang yang mengandalkan keluarga untuk mencari jalan pintas.

Padahal, kalau dipikir- pikir, kalau aku sebut namanya dibeberapa tempat, jalanku bisa dipernudah dan orang akan melihatku dua mata. Tapi, nanti jadinya hidupku tidak seru.

Sekian dulu.

*ditulis ketika berteduh di kafe menunggu hujan reda, coklatnya sunggah nikmat. Sudah waktunya pulang