Minggu, 06 Maret 2016

Tuhan, Aku Khilaf (lagi)

Tuhan, Aku Khilaf (Lagi)

Entah kenapa Maret selalu menjadi bulan penuh dosa bagiku. Tahun lalu, hampir di setiap malam minggu pada bulan Maret dan April aku habiskan di dunia malam. Padahal sudah hampir setengah tahun aku berhenti untuk menikmati dunia itu.

Tadi Malam (5/3/16) aku ikut teman yang mengajak dan seperti memaksa untuk pergi bersama bosnya ke tempat karaoke exclusive disalah satu hotel kota Makassar, anggap saja dijebak. Aku susah untuk menolak, karena sudah lama aku tidak berjumpa dan bersenang- senang dengannya.

Padahal sudah terhitung cukup lama aku tidak mengkonsumsi dunia hiburan seperti itu, bahkan aku sudah stop dari minuman keras. Hanya saja, malam tadi aku khilaf. Mungkinkah ada pelajaran?

Aku ceritakan pengalaman ini biar kalian tahu sedikit mengenai dunia malam, aku sarankan untuk tidak mengikuti jalanku jika kalian memang manusia yang lurus.

Jam 11 malam kami check in, kemudian negosiasi dan seterusnya…. hingga kami semua berada di dalam room dan setiap orang mendapat ladies untuk menemani kami selama disana. Aku dapat yang paling muda diantara mereka yang ada diruangan. Nama aliasnya “Mita” tapi nama sebenarnya berinisial “AC”. Wanita kelahiran manado yang berumur 22 tahun yang sudah terjun ke dunia malam sejak berumur 16 tahun. Butuh proses lama untuk membuatnya cerita tentang dirinya.

Dunia entertain tempat yang penuh dengan kebohongan, nama saja mesti disamarkan. Tentu saja aku juga samarkan yang bisa ku samarkan, mulai dari umurku hingga pekerjaanku. Toh lucu jika ladiesnya lebih tua dariku dan mengetahui jika aku hanya mahasiswa yang suka bolos kampus untuk mencari pengalaman dan rupiah.

Yang kuhabiskan bersamanya hanya cerita tentang perjalanannya dan menyuruhnya untuk duet bersamaku (daripada bosan dan rugi). Beberapa lagu hitz dan tembang di daerah asalnya kami nyanyikan bersama. Aku tidak ingin menyentuhnya ataupun memeluknya seperti yang pada umumnya dilakukan oleh pengunjung disana. Sudah kutekankan di awal, aku stop dari dunia itu. Dan aku ingin menghargai/menghormati semua wanita seperti sikapku kepada ibuku.

Lama membuatnya nyaman hingga akhirnya dia mau cerita tentang siapa dirinya sebenarnya, mulai dari nama aslinya, awal mulanya masuk dunia malam, hingga tattoo yang ada pada tubuhnya. 2 point yang aku dapatkan dari dia. TOTALITAS dan MANDIRI. Dipunggungnya  terdapat tattoo kupu- kupu dan nama aslinya. Dia mengakui kalau dirinya memang wanita malam. Di kakinya terdapat tattoo bunga dan tanggal lahirnya. hingga tanda salib di perut sampingnya. Aku tidak peduli harus percaya atau tidak, tetapi dari emosi penyampaiannya. Dia terlihat jujur dan terdapat sedikit penyesalah dan kesedihan ketika dia menceritakannya.

Aku kira wanita disana diberikan room rest oleh hotel, tetapi ternyata dia memilih kost dan mengurus diri sendiri. Pada waktu kami hampir off setelah 3 jam bersama. Temanku  ingin tambah waktu (walau tidak jadi), dia mengeluh kepadaku dengan alasan karena harus ke gereja pagi. Aku tidak percaya hingga kami bertemu di parkiran. Ternyata memang dia mau pulang dengan alasan harus gereja pagi. Terima Kasih malam singkatnya.

Mari kita melihat dari sisi lain..

Berapa banyak uang yang dihamburkan di tempat itu dalam 1 malam?
Berapa banyak orang yang kita sakiti jika mengetahui perbuatan kita disana?

Kalau berpikir soal materi, yang datang kesana adalah mereka atas yang dengan mudahnya mendapatkan uang atau sebut saja kelas atas. Apakah mungkin uangnya lari kesana karena yang dia dapatkan adalah uang panas dari permainan politik dan bisnis yang dijalankannya?

Aku memiliki pemikiran yang mungkin lebih masuk akal.

“Semakin banyak uang semakin banyak godaan, Semakin tinggi derajat semakin besar godaan”.

Dan ini terbukti, kebanyakan dari pengunjung tersebut adalah mereka yang tidak pernah puas dan selalu menginginkan hal yang lebih. Atau mereka yang setiap hari harus dibuat stress karena suatu alasan. Bukankah semua ini hanya titipan semata?

Semakin tinggi pohon, semakin keras angin. Tapi bukankah besar amanah dan cobaan menunjukkan kualitas diri sebagai manusia? Lantas apakah mereka termasuk sementara dalam ujian atau orang yang terjerumus dan tidak lulus ujian di dunia. Dan sejauh mana derajatnya di mana Tuhan. Hanya Tuhan yang tahu.

Yang saya tidak habis pikir adalah keluarga mereka. Kalian bisa jelaskan sendiri. Saya yakin setiap dari kita memiliki alasan untuk mengomentari statement tersebut.

Harta, Tahta, dan Wanita. Bagi laki- laki mungkin itu ujian terberat selama hidupnya. Mudah- mudahan, dimasa depan aku terhindar dari hal tersebut, dan mudah- mudahan dimasa depan aku tidak mengalami situasi seperti mareka yang terperangkap dalam kesenangan di dalam dunia itu. Sudah cukup. Aku sudah tahu sedikit tentang dunia itu, dan sepertinya enggan untuk kembali dan mendalami lagi.

Kadang kita tahu jika itu  salah, tetapi kita tetap melangkah… Maafkan.


4 komentar:

Darniati Danny mengatakan...

ngeriiiii, tapi sya lebih penasaran dengan blogernya, masuk diukategori mana(?) "Semakin banyak uang semakin banyak godaan, Semakin tinggi derajat semakin besar godaan”.
hingga tergoda dan terjerat terperangkap dan terjerumus untuk menikmati dunia malam yg di ceritakan tadi.
dan yang paling menarik di paragraf ke 3 terakhir, klo sj pertanyaan tersebut di tanyakan pada blogernya sendiri, kira2 jawaban apa yg pantas di berikan pada pembaca?

Dian Ekawaty mengatakan...

Well.. Ini toh, berat..

Oktavia Ratnaningsih mengatakan...

Serius luar biasa orang itu sebenarnya, disamping pekerjaannya masih saja sadar kalau ada sang maha pencipta yang tetap mencintainya

Misbah Udin mengatakan...

Begitu sarat makna yang tertulis